Sabtu, 27 Februari 2016

Zat yang Terkandung dalam Makanan yang dibakar

Halo kawan, apakah kalian pencinta kuliner? Namun anda lebih senang menikmati makanan dengan proses dikukus, digoreng, dibakar, atau makan mentah. Tapi salah satu dari proses tersebut sekarang lebih trend makanan yang sering kita temui adalah dibakar atau digoreng, selain mudah untuk disajikan langsung, para pengusaha resto pun lebih meliriknya karena mengundang minat dari semua kalangan. Salah satu makanan yang dibakar itu seperti sate, ikan maupun barbekyu. Tapi anda para pecinta kuliner harus berhati-hati dengan makanan tersebut karena memicu kanker, apalagi jika dipanggang menggunakan arang.
                Proses pembakaran makanan dengan suhu yang tinggi tidak baik karena akan merusak protein yang terkandung didalam makanan (apalagi untuk anda yang menggunakan ikan dan daging untuk bahan makanannya), protein dari bahan-bahan tersebut berubah menjadi amina heterosiklik sehingga jika masuk kedalam tubuh akan meningkat dan mengakibatkan peningkatan resiko terhadap kanker payudara, kanker lambung, dan kanker usus besar.  Sebab, senyawa dari protein tersebut terbentuk setelah bertemu dengan atom karbon dari arang, dua senyawa itu adalah Polisiklik Aromatik (PAH) dan Amino Heterosiklik (HCA). Sebenarnya PHA terbentuk di dalam asap dan ditemukan di permukaan daging, namun bisa dengan mudah dilenyapkan dengan menghilangkan bagian makanan permukaan yang hitam karena dipanggang atau dibakar. Dan pastinya, HCA dapat ditemukan didalam dimasak dalam suhu yang tinggi.
                Namun tidak juga semua daging itu membahayakan anda. Dengan proses dibakar anda akan menghindari pengaruh buruk dari penggunaan minyak yang akan mengakibatkan kolestrol jahat masuk ke dalam tubuh anda.  Dan adapula tips yang berguna bagi para pecinta makanan bakar:
1.       Rendam daging ke dalam bumbu sebelum dibakar, dengan cara ini membuat daging lebih lembut sehingga mengurang lama pemanggangan.
2.       Atau bisa juga dengan direbus terlebih dahulu agar lemaknya hilang. Asap dari lemak yang menetes ke dalam pemanggangan menimbulkan asap yang berbahaya.
3.       Pada saat membakar makanan, bolakbaliklah secara teratur. Jangan sampai makanan berwarna kehitaman (gosong), dan kalau ada yang gosong hilangkanlah.
4.       Jangan lupa mgengonsumsi timun setelah memakan makanan yang dibakar, karena didalam mentimun terdapat zat antikarsinogan.

Peminat makan yang dibakar seperti sate, ikan bakar, atau sejenis makan yang dibakar lainnya itu cukup banyak, jadi saya kira kawan-kawan juga perlu tahu tentang masalah seperti ini. Kita bisa meminimalkan resiko terkena kanker dengan mengolah makanan secara tepat. Penanganan makanan yang baik juga akan menghasilkan pola hidup yang baik juga.
Semakin sadarnya konsumen akan keamanan pangan, tentu semakin menentang industri pangan termasuk bisnis kuliner untuk menyiapkan produknya dengan lebih cepat. Dengan memperhatikan kandungan PHA dan HCA melalui penyajian dan  cara pemanggangan yang lebih bijak, akan meningkatkan nilai jual produk.


Sekian kawan, semoga bermanfaat bagi semua pihak, kritik dan saran sangat diharapkan oleh penulis . Mohon maaf jika dalam tulisan ini ada bahasa dan penyampaian yang kurang tepat dan sulit dipahami, terimakasih.

Referensi:

 

Noor, W. (2012, Januari 05). Mengapa Makanan dari Daging yang dibakar bisa Penyebab Kanker (kasinogenetik). Retrieved from Catatan Wane: http://wanenoor.blogspot.co.id/2011/12/mengapa-makanan-dari-daging-yang.html#.VtKcytKqqkp
Shop, N. (2013, Mei 05). Awas, Makanan Yang Dibakar Arang Pemicu Kanker. Retrieved from Ace Max's Surabaya: http://acemaxsurabaya.com/awas-makanan-yang-dibakar-arang-pemicu-kanker/



2 komentar:

Rahmi mengatakan...

Assalamua'alaium...
kk, boleh tahu referensi dari mana kk dapat kalau ikan bkar ataupun ayam bkar itu bersifat karsinogenik ?

Rahmi mengatakan...

sebelumnya saya dari universitas Syiah kuala banda aceh

Posting Komentar