Sabtu, 27 Februari 2016

bahaya pada kantong plastik

Assalamu’alaikum
Hai teman-teman, bertemu lagi ni dengan saya di post yang ketiga. Pada post yang ketiga ini saya akan sedikit membahas tentang kantong plastik atau yang sering disebut dengan kantong kresek. Kalian tahu tidak dengan kantong plastik? Ya, tentunya kalian tahu kan, karena kantong plastik itu sudah tidak asing bagi kita, setiap hari kita menggunakan kantong plastik tersebut.
PLASTIK kresek adalah hal wajib yang dipakai pembeli saat berbelanja. Plastik atau kantong kresek sering dipakai untuk membungkus barang-barang yang sudah dibeli oleh konsumen. Namun plastik kresek terutama yang berwarna hitam tersebut ternyata tidak baik untuk membungkus makanan.
Kenapa plastik kresek hitam ini berbahaya? Kantong palstik kresek hitam terbuat dari plastik bekas yang kemudian didaur ulang. Dalam proses ini biasanya ditambahkan berbagai zat kimia sebagai bahan tambahan, dan selanjutnya dilelehkan pada suhu tertentu.
Bayangkan, selain zat kimia tambahan, plastik-plastik tersebut memiliki riwayat penggunaan yang beragam, misalnya bekas bungkus pestisida, kotoran hewan, pupuk, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, dan sebagainya. Tidak mengherankan bila plastik kresek hitam ini memiliki aroma yang tajam.
Yang memprihatinkan adalah bahwa plastik daur ulang ini juga digunakan untuk membuat alat-alat yang lain, seperti sedotan, piring plastik, sendok, dan lain sebagainya. Mengingat proses pembuatannya, jelas bahwa plastik kresek hitam tidak layak digunakan sebagai bungkus makanan siap santap.
Plastik kresek hitam sebaiknya hanya digunakan untuk membungkus barang lain misalnya mainan, pupuk, barang rumah tangga lain, atau bahan makanan mentah yang masih memiliki kulit. Intinya, makanan tidak langsung bersentuhan dengan plastik tersebut.
Karena, bahaya penyakit penggunaan plastik ini pun cukup mengkhawatirkan yaitu kanker dan kerusakan ginjal, maupun penyakit lainnya tergantung bahan yang dikandungnya.
Selain kantung plastik kresek, pembungkus makanan lain juga patut diperhatikan karena bisa saja mengandung zat berbahaya bagi kesehatan. Selama ini masyarakat menerima dengan lumrah makanan yang dibungkus oleh kertas biasa, kertas koran atau kertas bekas majalah.
Kertas pembungkus tersebut di atas tidak didesain khusus untuk wadah makanan, sehingga mengandung zat berbahaya seperti timbal, karbon, dan lainnya. Timbal dapat mudah berpindah ke makanan jika terkena minyak dan panas yang mampu menyebabkan kelumpuhan.
Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.
Selain kantong plastik kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.
Jika kalian membeli gorengan, sayur-sayuran, kue, roti, dan lain-lain perhatikan pembungkusnya. Hindari kertas bekas atau kertas bukan untuk makanan (kertas koran, kertas majalah). Gunakanlah piring atau wadah lainnya yang didesain khusus untuk makanan.
Sekian informasi yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam hal penulisannya.
Wassalamu’alaikum
Referensi:
https://www.islampos.com/waspada-bahaya-bagi-kesehatan-di-balik-kresek-hitam-116540/
http://angkatigabelas.blogspot.com/2012/04/bahan-kimia-yang-berbahaya-terdapat.html?m=1

0 komentar:

Posting Komentar