Jumat, 19 Februari 2016

KANGKUNG, MAKE FEEL SLEEPY?


Saturday, 20 February 2016
02.30 a.m.


SIAPA yang tidak kenal dengan kangkung. Sayuran hijau yang satu ini memang sudah dikenal di kalangan masyarakat baik di plosok desa maupun di keramaian perkotaan. Selain harganya relatif murah, kangkung juga mudah sekali di dapatkan baik di swalayan, di pasar tradisional, bahkan sampai di warung-warung kecil sekalipun. Kangkung bisa dinikmati dengan berbagai yang sederhana tanpa menghilangkan rasanya yang lezat.
Sebagaimana telah banyak orang yang mengetahui, konon mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk. Benar ataupun tidaknya, semua itu harus dibuktikan dengan penelitian yang ilmiah sehingga menghasilkan data dan fakta yang akurat.

Mempercayai kangkung sebagai obat penawar insomnia adalah suatu hal yang berlebihan. Padahal, kangkung mengandung zat besi yang tinggi sehingga menyebabkan konsentrasi otak lebih meningkat dan membantu pembuatan sel-sel darah merah sehingga tubuh menjadi segar dan bugar.


Nutrisi, Nilai per 100 gram porsi makanan

Air, 91.2 g
Energi, 28 kcal
Energi, 117 kj
Protein, 1.9 g
Total lemak, 0.4 g
Karbohidrat, 5.63 g
Serat, 2 g
Mineral : Kalsium, Ca, 72 mg
Besi, Fe, 0.9 mg
Magnesium, Mg, 18 mg
Phospor, P, 28 mg
Potassium, K, 228 mg
Sodium, Na, 23 mg
Seng, Zn, 0.24 mg
Tembaga, Cu, 0.156 mg
Mangan, Mn, 0.416 mg
Selenium, Se, 0.9 mcg

Vitamin : Vitamin C, asam ascorbic, 41 mg
Thiamin, 0.053 mg
Riboflavin, 0.07 mg
Niacin, 0.5 mg
Asam Pantothenic, 0.049 mg
Vitamin B-6, 0.138 mg
Folate, 13.3 mcg
Vitamin B-12, 0 mcg
Vitamin A, IU, 7400 IU
Vitamin A, RE, 740 mcg_RE
Vitamin E, 0.85 mg_ATE

Lemak : Asam lemak jenuh, saturated, 0.052 g . Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0.03 g . Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0.193 g. Kolesterol, 0 mg

Asam Amino: Tryptophan, 0.023 g
Threonine, 0.085 g
Isoleucine, 0.114 g
Leucine, 0.133 g
Lysine, 0.114 g
Methionine, 0.018 g
Cystine, 0.025 g
Phenylalanine, 0.097 g
Tyrosine, 0.067 g
Valine, 0.104 g
Arginine, 0.106 g
Histidine, 0.04 g
Alanine, 0.096 g
Asam Aspartic, 0.17 g
Asam Glutamic, 0.216 g
Glycine, 0.092 g
Proline, 0.113 g
Serine, 0.08 g
  
Mengapa orang-orang menganggap bahwa mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk?

Kangkung memang memiliki kandungan zat kimia yang bersifat sedativ (penenang). Dengan mengonsumsi kangkung, komponen kimia tersebut akan bereaksi sehingga membuat pikiran menjadi tenang dan diprediksikan akan mudah mengantuk. Namun, yang demikian itu bukan merupakan acuan untuk membuktikan bahwa mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk atau menjadi obat tidur tradisional yang manjur.

Mengapa demikian? Karena, respon tubuh seseorang terhadap zat sedativ tersebut berbeda-beda. Ada yang mudah mengantuk saat mengonsumsi lima sendok makan kangkung, ada pula yang tidak mengantuk sama sekali setelah menyantap satu piring tumis kangkung.

Perlu diketahui, pada dasarnya semua lauk pauk mengandung komponen gizi yang dapat membuakan seseorang yang mengonsumsinya mengantuk. Terutama, makanan yang mengandung vitamin B kompleks, kalsium, selenium, asam lemak omega-3, seng, dan magnesium. Contohnya seperti kacang-kacangan, kerang, telur, susu, dan sayuran-sayuran hijau seperti asparagus, brokoli, serta kembang kol dapat menyebabkan seseorang berpotensi mengantuk dan tertidur dengan pikiran yang tenang.

Jadi, jika ada pertanyaan mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk atau tidak, itu tergantung kepada respon tubuh seseorang terhadap zat sedativ pada kangkung. Berarti, mengonsumsi kangkung tidak mutlak menyebabkan kantuk. [retsa/islampos/netsains]


Meskipun sering dimakan mentah sebagai lalapan, kangkung lebih lezat bila dibuat tumis. Namun, kangkung yang telah diolah sebaiknya tidak dikonsumsi lagi bila telah lewat setengah hari. Hal itu disebabkan seperti jenis sayuran lainnya, kangkung mengandung enzim peroksidase yang bersifat merusak. Enzim peroksidase paling tahan terhadap panas dan akan semakin tinggi aktivitasnya bila dalam bahan pangan tersebut banyak terdapat zat besi. Kandungan lemak yang cukup tinggi pada daun juga akan mempercepat aktivitas enzim tersebut.
Menurut penelitian Sweeney dan Marsh pada tahun 1971, besarnya penurunan aktivitas karoten pada sayuran berwarna hijau akibat pemanasan 60 derajat C mencapai 20 persen dan akan merusak komponen gizi lainnya.
Begitu banyak manfaat dari kangkung, dari betakaroten hingga penawar racun. Di dalamnya juga terkandung 10 jenis mineral, 11 jenis vitamin, 18 jenis asam amino dan yang tak kalah hebatnya kangkung tidak mengandung kolesterol. Mari kita mengkonsumsi kangkung tetapi jangan memasak atau mengolah kangkung dengan panas terlalu tinggi karena kita akan kehilangan manfaatnya. Selamat mencoba!.
 

Copy From :
http://netsains.com/2010/05/kangkung-bukan-sayuran-penyebab-kantuk/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+netsains+(Netsains.Com)
http://chemistry.uii.ac.id/artikel/kangkung-bukan-sayuran-penyebab-kantuk.html

0 komentar:

Posting Komentar