Sabtu, 12 Maret 2016

Zat Kimia Berbahaya pada Pembalut



Zat Kimia Berbahaya pada Pembalut
Apa sih pembalut itu? Bagi kaum hawa pati tidak asing lagi mendengar kata itu, karena setiap bulan pasti mencari benda ini. Pembalut merupkan sebuah perangkat yang digunakan oleh seorang perempuan, pembalut digunakan ketika perempuan sedang mengalami menstruasi. Benda ini sebenarnya telah muncul  dalam catatan tertulis sejak abad ke-10. Sepanjang sejarah, wanita menggunakan berbagai macam perlindungan menstruasi. Beberapa contoh di Museum Menstruasi antara lain adalah sejenis bantalan yang dijahit dan celemek menstruasi. Orang Inuit (Eskimo) memakai kulit kelinci sementara di Uganda yang dipakai adalah papirus. Cara yang cukup umum adalah dengan menggunakan potongan kain tua.
Pembalut wanita sekali pakai yang pertama kali didistribusikan di dunia adalah produk dari Curads and Hartmann’s. Ide untuk produk ini berawal dari para perawat yang memakai perban dari bubur kayu untuk menyerap darah menstruasi. Bantalan jenis ini dianggap cukup murah untuk dibuang setelah dipakai dan bahan bakunya gampang didapat. Beberapa pembuat pembalut wanita sekali pakai pertama adalah produsen perban (pembalut wanita modern dapat digunakan untuk pertolongan pertama pada luka jika tidak ada perban karena pembalut wanita kemampuan menyerapnya tinggi dan steril). Butuh beberapa lama untuk produk baru itu dipergunakan secara luas oleh wanita. Hal ini terutama disebabkan masalah harga.
Pembalut wanita sekali pakai awalnya terbuat dari wol, katun, atau sejenisnya, berbentuk persegi dan diberi lapisan penyerap. Lapisan penyerapnya diperpanjang di depan dan belakang agar bisa dikaitkan pada sabuk khusus yang dipakai di bawah pakaian dalam. Desain model begini merepotkan karena sering selip ke depan atau belakang. Kemudian, desainer pembalut punya ide memberi perekat pada bagian bawah pembalut untuk dilekatkan pada pakaian dalam. Pada pertengahan 1980-an pembalut bersabuk lenyap dari pasaran digantikan pembalut berperekat.
Sejalan dengan perkembangan ergonomika, desain pembalut juga ikut berkembang sejak tahun 1980-an sampai sekarang. Dulu, pembalut tebalnya bisa sampai dua sentimeter dan karena bahan penyerapnya kurang efektif, sering bocor. Untuk mengatasinya, berbagai variasi diterapkan, misalnya menambahkan sayap, mengurangi ketebalan dengan memakai bahan tertentu dan sebagainya. Desain pembalut yang tadinya cuma persegi dibuat menjadi lebih berlekuk-liku, jenis pembalut pun jadi beragam. Jenis-jenis pembalut sekali pakai mencakup panty liner, ultra thin, regular, maxi, night, dan maternity. Beberapa pembalut bahkan diberi deodoran untuk menyamarkan bau darah dan ada beberapa jenis panty liner yang dirancang agar dapat dipakai bersama G-string.
Meskipun pembalut sekali pakai telah banyak digunakan, pembalut dari kain (tentu saja dengan desain yang lebih baik, bukan sekadar potongan-potongan kain yang disumpalkan) kembali muncul sekitar tahun 1970-an dan cukup populer pada tahun 1980-an sampai 1990-an. Wanita memilih memakai kain dengan alasan kenyamanan, kesehatan, dampak lingkungan, dan lebih murah karena memungkinkan untuk dicuci.
Tetapi kini para peneliti telah menemukan dibeberapa pembalut yang terdapat zat yang berbahaya yaitu klorin dan dioxin. Klorin memiliki bentuk cair dan padat, klorin merupakn oksidator kuat, pemutih, dan agen disinfektan yang kuat. Unsur kimia murni klorin berwujud gas diatomik berwarna hijau. Gas klorin memiliki berat 2.5 kali udara, memiliki bau menyesakkan, serta sangat beracun. Di alam klorin banyak ditemukan bersenyawa dengan unsur natrium membentuk garam dapur (NaCl), serta dapat ditemukan dalam karnalit dan silvit. Sedangkan dioxin merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai bleaching atau pemutih dalam pembuatan kertas, tampon, panty liners, popok dan pembalut. Efek dari dioxin yang ada di pembalut atau panty liners memiliki sifat akumulatif sehingga tidak langsung tampak. Hal ini baru terlihat efeknya setelah memakai selama 20 tahun. Organisasi kesehatan dunia sendiri menyebut kalau dioxin merupakan bahan berbahaya karena mencemari lingkungan dan bersifat sebagai zat karsinogen.
Selain itu terdapat juga furan dan BPA dan BPS. Furan juga sebagai pemutih, dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Korea, ternyata hampir seluruh pembalut dan tampon di dunia mengandung Furan. Dalam penelitian tersebut hasilnya bervariasi, ada yang banyak produk dioxin dan furan yang dipakai seperti octachlorinated dioxin, hexachlorodibenzofuran dan octa chlorodibenzorufan. Semuazat tersebut beracun dan dilarang penggunaannya. Bahan kimia yang terkandung di plastik dan dapat merusak organ intim ini dapat mengganggu perkembangan embrio dan dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di daerah miss V. lain yang menunjukkan adanya bahan kimia berbahaya yang ada di pembalut dibahas melalui media Huffingtonpost yang mana dituliskan bahwa produk yang aman akan habis terbakar dan tidak menimbulkan asap hitam ketika dibakar. Tapi untuk pembalut ternyata menimbulkan asap hitam ketika dibakar. Kemungkinan besar terdapat banyak bahan kimia berbahaya seperti serat sintesis, petrokimia dan dixoin.
Lalu adakah efeknya?
Pembalut yang mengandung bahan kimia berbahaya tentu bisa menggangu kesehatan.Karena bahan kimia tersebut an menumpuk dan ikut ke dalam jaringan lemak. Berdasarkan catatan Savvy yang dikutip dari Huffingtonpost ada beberapa resiko kesehatan yang akan ditimbulkan dari bahan kimia tersebut yaitu:
  1. Pertumbuhan jaringan abnormal di organ perut dan reproduksi
  2. Pertumbuhan sel anbormal di seluruh tubuh
  3. Penurunan Sistem kekebalan tubuh
  4. Gangguan Hormon di dalam tubuh
  5. Kanker serviks
  6. Endometriosis
  7. Kanker ovarium
Selain ang telah di paparkan di atas masih ada lagi efeknya.
Bagaimana cara memilih pembalut?
Untuk memilih pembalut yang aman kita dapat melakukan hal seperti di bawah ini:
  1. Pilihlah pembalut yang cocok untuk anda. Cocok dalam arti ketika anda gunakan tidak menimbulkan gatal - gatal atau bahkan iritasi. 
  2. Pilihlah pembalut yang lembut dengan daya serap tinggi  
  3. Hindarilah pembalut yang mengandung bahan pewangi  
  4. Gunakan pembalut hanya satu kali pakai jangan mencuci lalu menggunakannya kembali 
  5. Ganti pembalut tiap 2-3 jam sekali , atau sesuaikan dengan volume darah yang keluar 
  6. Jangan utamakan yang murah, tapi utamakanlah yang berkualitas 
  7. Jika terjadi iritasi atau gatal-gatal pada area mis V setelah memakai pembalut, maka cobalah merk pembalut yang lain

Selain beberapa tips diatas, anda juga bisa melakukan beberapa tes untuk mengukur tingkat keamanan pembalut yang anda gunakan.
Tes daya serap pembalut
  1. Masukan air sekitar 35 - 50 ml / cc pada permukaan pembalut. 
  2. Diamkan beberapa saat, lalu tekan selembar tisu kering ke permukaan pembalut tersebut. Usahakan tekan agak kuat, seperti jika pembalut yang dipakai kita duduki.
  3. Apa yang terjadi ? Jika tisu basah, itu tandanya daya serap pembalut kurang memadai dan sebaiknya jangan pakai pembalut yang seperti itu. Karena jika permukaan pembalut basah karena daya serap yang minim, maka kelembaban miss V akan terganggu, jika terjadi terus-menerus maka akan semakin banyak bakteri yang tumbuh di area intim kita.
Tes kualitas dan kandungan berbahaya pembalut 
  1. Siapkan setengah gelas air putih, usahakan gunakan gelas kaca yang bening agar proses tes bisa terlihat. Siapkan juga batang pengaduk, bisa menggunakan sumpit atau batang sendok.
  2. Sobek pembalut dan ambil bagian dalam pembalut yang berupa kapas atau bahan penyerap. Masukan kapas atau bahan penyerap yang sudah diambil sebagian saja ke dalam gelas yang berisi air.
  3. Apa yang terjadi ? apakah kapas atau bahan penyerap hancur seperti kertas atau hanya airnya saja yang keruh. Jika hancur seperti kertas berarti bahan pembalut tersebut kurang berkualitas dan jika airnya keruh maka bahan pembalut tersebut mengandung bahan berbahaya seperti pewarna klorin.



1 komentar:

Unknown mengatakan...

Saluuuut bwt tulisan anda, impian merupakan sesuatu yang pasti dapatkan hari esok, bila kita selalu berdoa dan bekerja. Ora Et Labora

Obat Untuk Promil

Obat Menopause Dini

Obat Pelancar Haid

Cara Mengecilkan Perut Buncit

Posting Komentar