Kamis, 24 Maret 2016

Manfaat Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari

Koloid adalah substansi yang terdiri dari partikel yang secara substansial lebih besar dari atom atau molekul biasa tapi terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Koloid umumnya diklasifikasikan menjadi dua sistem, reversibel dan ireversibel.
Semua sistem koloid dapat dihasilkan atau dihilangkan oleh alam maupun oleh proses industri dan teknologi. Koloid disiapkan dalam organisme dengan proses biologis yang sangat penting untuk keberadaan organisme.
Tahun-tahun awal abad ke-20 kita menyaksikan berbagai perkembangan penting dalam fisika dan kimia, termasuk diantaranya penggunaan langsung pada koloid. Kemajuan termasuk dalam pengetahuan tentang struktur elektronik atom, dalam konsep ukuran molekul dan bentuk, dan pengatahuan dalam sifat larutan. Selain itu, metode yang efisien untuk mempelajari ukuran dan konfigurasi partikel koloid segera dikembangkan-misalnya, analisis ultracentrifugal, elektroforesis, difusi, dan hamburan cahaya tampak dan sinar-X. Baru-baru ini, penelitian biologi dan industri pada sistem koloid telah menghasilkan banyak informasi tentang pewarna, deterjen, polimer, protein, dan zat-zat lain yang penting untuk kehidupan sehari-hari.

Aplikasi Koloid

Kelebihan yang dimiliki oleh sistem koloid dimanfaatkan manusia untuk menunjang sendi-sendi kehidupan. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar.
Beberapa contoh penerapan sifat koloid dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya pemutihan gula, penggumpalan darah, penjernihan air, pembentukan delta di muara sungai, dan pengurangan polusi udara.

Manfaat koloid untuk Pemutihan Gula

Pemutihan gula memanfaatkan sifat adsorpsi dari koloid. Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid, tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid akan mengadorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut mengadorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.

Manfaat koloid dalam Penggumpalan Darah

Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.

Manfaat koloid dalam Penjernihan Air

Air yang ada kadang mengandung partikel-partikel koloid tanah liat, lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu di lakukan dengan cara menambahkan tawas Al2(SO4)3. Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidrolisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi berikut.
Al3+ + 3H2O → Al(OH)3 + 3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang mengendap karena pengaruh gravitasi.

Manfaat koloid dalam Pembentukan Delta di Muara Sungai

Pada pembentukan delta di muara Sungai, air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Adapun air laut mengandung ion-ion Na+, Mg2+, dan Ca2+ yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akan menetralkan muatan pasir dan tanah liat. Oleh karena itu terjadi koagulasi yang akan membentuk delta di muara sungai.

Manfaat koloid dalam Pengurangan Polusi Udara Pabrik

Pengambilan endapan atau pengotor pada industri, gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mengandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Untuk memisahkan pengotor ini, digunakan alat yang bernama alat pengendap Cottrel. Alat pengendap elektrostatik ini berupa lempengan logam yang bermuatan lsitrik yang akan mengendapkan partikel koloid yang terdapat dalam asap/debu yang keluar dari cerobong asap. Prinsip kerja pada alat ini adalah elektroforesis dan koagulasi.
Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000 – 75.00 Volt). Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion tersebut akan diadsorpsi oleh partikel asap dan menjadi bermuatan. Selanjutnya, partikel bermuatan itu akan tertarik dan diikat pada elektroda yang lainnya. Pengendap Cottrel banyak digunakan dalam industri untuk dua tujuan yaitu, mencegah udara buangan beracun atau memperoleh kembali debu yang berharga (misalnya debu logam).
Beberapa kegunaan koloid dalam berbagai bidang, di antaranya industri kosmetika, tekstil, sabun, dan detergen.

Dan masih banyak lagi manfaat dari koloid yang bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

Sumber :
http://kliksma.com/2015/11/manfaat-koloid-dalam-kehidupan-sehari-hari.html

0 komentar:

Posting Komentar