Sabtu, 19 Maret 2016

Kurangi Konsumsi Keju

Coklat dan keju merupakan makanan yang disukai oleh hampir semua orang kalangan. Kala senggang, bisa dijadikan cemilan. Tapi kalau lapar, bisa juga buat sekadar ganjal perut. Dalam artikel disini akan membahas lebih dalam tentang Keju. Banyak jenis bahan makanan yang dapat dibuat dari bahan baku susu, di antaranya adalah keju.
Keju merupakan sebuah makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet. Hasil dari proses tersebut nantinya akan dikeringkan, diproses, dan diawetkan dengan berbagai macam cara. Keju mengandung banyak nutrisi yang sama dengan susu, yaitu protein, lemak, kalsium dan vitamin. Satu pon keju memiliki protein dan lemak yang sama jumlahnya dengan satu galon susu. Akan tetapi cara pengolahan susu menjadi keju terkadang dapat menyebabkan terjadinya perubahan nilai gizinya, yang sebagian besar tidak diinginkan. Zat gizi yang terkandung dalam susu akan rusak pada sebagaian besar proses pengolahan karena sensitif terhadap pH, oksigen, sinar dan panas atau kombinasi diantaranya. 
Karena disukai oleh banyak orang, maka berbagai penelitian dilakukan untuk mengetahui efeknya bagi tubuh. Salah satunya yang kemudian diungkapkan oleh Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.
Dokter ahli gastroenterology Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini menyebut bahwa makanan ini punya dampak kurang bagus. Keju selain mengandung kolesterol juga dapat memperlambat pengosongan lambung yang dapat mengakibatkan asam lambung meningkat dan menyebabkan sakit di lambung. 
Normalnya, pengosongan lambung butuh waktu sekitar enam sampai delapan jam. Namun, jika seseorang mengkonsumsi keju secara berlebihan, pengosongan lambung butuh waktu sepuluh jam lebih. Untuk itu, Ari menganjurkan agar orangtua bisa mengawasi konsumsi keju pada anak-anak. Sebab, ia pernah menemui pasien anak-anak yang berusia 12 tahun mengalami luka pada kerongkongannya karena terlalu banyak makan keju. Sayang, ia tidak menyebu berapa jumlah ideal yang sehat bagi yang doyan kedua makanan ini. Ia hanya menganjurkan untuk menguranginya. 

Dan sebagai konsumen maupun penggemar Keju, Anda harus waspada terhadap bahan aditif yang ada di dalam keju. Berikut adalah bahan aditif yang ada di dalam keju kemasan :
Selulosa                                                                                                                
Selulosa sebenarnya berasal secara alami dari tanaman. Zat ini ditambahkan ke dalam adonan keju agar ketika dikemas, keju tidak saling menempel dengan mudah. Namun terkadang di dalam bubuk selulosa ditambah pemutih klorin dan zat asam. 
Pewarna kuning
Pewarna kuning ditambahkan ke dalam adonan keju agar keju mempunyai warna yang menarik. Namun bahan pewarna kimia ini juga dapat membahayakan, oleh karena itu salah satu perusahaan keju ternama mulai menghapus penggunaan pewarna makanan ini sejak bulan Oktober tahun 2013.
Karagenan
Karagenan ini mempunyai fungsi untuk merangsang produksi bakteri di dalam keju agar berlangsung dengan lebih cepat. Namun zat ini mampu memperburuk gejala alergi, peradangan, dan masalah pencernaan lainnya.
Inulin
Zat ini mampu menyebabkan masalah pencernaan seperti gas, kembung, dan diare yang parah.

Bahan kimia di dalam keju mampu merusak kebaikan dan manfaat alami keju bagi kesehatan. oleh karena itu berhati-hatilah dengan bahan kimia ini. Bagi para penggemar keju, apa salahnya kita mengurangi konsumsi keju demi kesehatan tubuh? Jadi, sudah berapa banyak keju yang anda konsumsi hari ini? 

Sumber 
Andriewongso, T. (2008, April 13). Kurangi Konsumsi Coklat Dan Keju Berlebihan. Retrieved Maret 19, 2016, from Andrie Wongso: http://www.andriewongso.com/articles/details/1213/Kurangi-Konsumsi-Coklat-Dan-Keju-Berlebihan
Kusumaningrum, F. D. (2014, Februari 13). 4 Bahan aditif di dalam keju yang harus diwaspadai. Retrieved Maret 19, 2016, from Merdeka.com: http://www.merdeka.com/sehat/4-bahan-aditif-di-dalam-keju-yang-harus-diwaspadai.html

0 komentar:

Posting Komentar