Sabtu, 19 Maret 2016

Reaksi Redoks (Reduksi -- Oksidasi)



Bilangan oksidasi atau biloks adalah angka yang seakan-akan menunjukkan muatan yang dimiliki oleh partikel untuk berikatan. Adapun aturan penentuan bilangan oksidasi sebagai berikut :
a.       Bilangan oksidasi unsur bebas sama dengan 0. Misal H dalam H2 dan Cu dalam Cu.
b.      Bilangan oksidasi Hidrogen dalam senyawa umumnya +1, kecuali dalam senyawa Hidrida logam sama dengan -1. Misal dalah NaH, bilangan oksidasi Na adalah +1 dan H adalah -1.
c.       Bilangan oksidasi Oksigen dalam senyawa umumnya -2, kecuali dalam peroksida sama dengan -1.
d.      Hasil penjumlahan bilangan oksidasi yang negatif dan positif dalam suatu molekul atau senyawa sama dengan 0.
e.       Hasil penjumlahan bilangan oksidasi yang negatif dan positif dalam seluruh atom untuk setiap ion sama dengan muatan ion itu sendiri.

Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi atau biloks. Persamaan reaksi redoks sederhana dapat disetarakan dengan melihat atau memeriksa setiap zat yang terlibat dalam reaksi, tetapi untuk reaksi yang lebih rumit harus ditangani secara bersistem. Persamaan reaksi redoks dikatan setara jika jumlah atom dan jumlah muatan di ruas kiri sama dengan jumlah atom dan jumlah muatan di ruas kanan. Pada dasarnya reaksi redoks berlangsung di dalam pelarut air sehingga penyetaraan persamaan reaksi redoks selalu melibatkan ion H+ dan OH-. Terdapat dua metode untuk menyetarakan reaksi redoks, yaitu dengan cara setengah reaksi dan cara bilangan oksidasi.
1.      Metode setengah reaksi atau metode ion elektron
Cara penyetaraan persamaan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi yaitu dengan cara setengah reaksi yaitu dengan melihat elektron yang diterima atau dilepaskan. Caranya melalui tahapan sebagai berikut :
1)      Tulislah kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk ion-ion.
2)      Masing-masing setengah reaksi disetarakan. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi, kemudian setarakan oksigen dan hidrogen (oksigen disetarakan terlebih dahulu).
3)      Jika terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi, oksigen, atau Hidrogen maka, penyetaraan dilakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas yang lainnya.
4)      Pada larutan yang bersifat asam atau netral, tambahkan 1 molekul H2O untuk kekurangan 1 atom oksigen, kemudian setarakan atom H dengan menambahkan ion H+ pada ruas yang kekurangan atom H. Pada larutan yang bersifat basa, tambahkan 1 molekul H2O untuk setiap kelebihan atom Oksigen, setarakan ruas yang lain dengan menambahkan 2 ion OH-.
5)      Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar.
6)      Samakan jumlah elektron yang diserap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang dibebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai, kemudian jumlahkan kedua setengah reaksi tersebut.
2.      Metode bilangan oksidasi
Cara penyetaraan persamaan reaksi dengan cara perubahan bilangan oksidasi yaitu dengan cara melihat perubahan bilangan oksidasinya. Penyetaraannya dapat dilakukan dengan cara berikut :
1)      Setarakan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.
2)      Tentukan bilangan oksidasi masing-masing unsur yang mengalami perubahan biloks.
3)      Tentukan perubahan biloks.
4)      Samakan kedua perubahan biloks.
5)      Tentukan jumlah muatan di ruas kiri dan di ruas kanan.
6)      Setarakan muatan dengan cara :
a)      Jika muatan di sebelah kiri lebih negatif, maka ditambahkan ion H+ (suasana asam).
b)      Jika muatan di kiri lebih positif, maka ditambahkan ion OH- (suasana basa).
7)      Setarakan jumlah atom H dengan menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan atom H.

LKS Kimia Untuk SMA/MA kelas XII. Boyolali : Karisma

0 komentar:

Posting Komentar