Jumat, 25 Maret 2016

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)



PLTU BATU BARA (COAL POWER PLANT)
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik tenaga thermal yang mengkonversi energi kimia dalam bahan bakar mejadi energi listrik. PLTU banyak digunakan di kehidupan sehari-hari, karena efesiennya tinggi sehingga mengahsilkan energi yang ekonomis. Misalnya kebutuhan listrik dunia saat ini sudah 60 % kenutuhan.
Batu bara yang digunakan secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yaitu batu bara berkualitas tinggi dan batu bara berkualitas rendah. Bila batu bara yang digunakan berkualitas baik maka sedikit sekali sekali menghasilkan unsur berbahya, sehingga tidak begitu mencemari lingkungan, tapi jika baru bra yang digunakan berkualitas rendah maka akan banyak menghasilkan unsur yang berbaha seperti Sulfur, Nitrogen dan Sodium. Keunggulan pembangkit ini adalah bahan bakarnya lebih murah harganya dari minyak dan cadangannya tersedia dalam jumlah besar serta tersebar di seluruh Indonesia.
Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu :
  1. Energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi.
  2. Energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran.
  3. Energi mekanik diubah menjadi energi listrik.
Bagian-bagian utama PLTU
1.      Boiler
Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut (superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin.
2.      Turbin Uap
Berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik).
3.      Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap yang telah digunakan untuk memutar turbin).
4.      Generator
Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi energi listrik.
5.      Condensate Pump
Berfungsi untuk mengalirkan air kondensat dari kondensor melintasi sistem air kondensat menuju ke deaerator. Sistem ini memiliki 2 pompa, yang pertama untuk cadangan dan yang kedua untuk beroperasi.
 
6.      Condensate Polishing
Berfungsi untuk memurnikan air menggunakan bahan kimia. Terdiri dari :
·         Ion exchanger sebagai Wadah resin tempat pertukaran ion terjadi
·         Resin trap berfunsi Sebagai penyaring resin agar tidak terbawa sistem
·          Anion regeneration dan sparation vessel sebagai tempat terjadinya regenerasi resin (kation)
·         Kation regeneration dan separation vessel sebagai tempat terjadinya regenerasi resin (anion)
7.      GSC (Gland Steam Condensor)
Gland steam condensor adalah penukar panas untuk mengkondensasikan uap bekas dari perapat turbin dan BFPT  .
 
8.      Daerator Level Control
Berfungsi sebagai pengatur level air di Deaerator.
9.      Minimum Flow
berfungsi untuk menjamin aliran/pressure air kondensate agar tetap stabil atau normal.
10.  Low Pressure Heater
Berfungsi untuk pemanas air kondensat, menggunakan Excause Steam dari Low Pressure Turbin. Tujuannya untuk efisiensi siklus dan menghemat bahan bakar.
11.  Deaerator
.
Berfungsi membuang gas-gas yang tidak dibutuhkan dari dalam air kondensat seperti oksigen (O2), carbondioksida (CO2) dan non condensable gas lainnya

Peralatan Penunjang
Peralatan penunjang yang terdapat dalam suatu PLTU pada umumnya adalah :
  1. Desalination Plant (Unit Desal)
Peralatan ini berfungsi untuk mengubah air laut (brine) menjadi air tawar (fresh water) dikarenakan sifat air laut yang korosif, sehingga jika air laut tersebut dibiarkan langsung masuk ke dalam unit utama, maka dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan PLTU.
  1. Reverse Osmosis (RO)
Berfungsi menyaring garam-garam yang terkandung pada air laut, sehingga dapat dihasilkan air tawar seperti pada desalination plant.
  1. Demineralizer Plant (Unit Demin)
Berfungsi untuk menghilangkan kadar mineral (ion) yang terkandung dalam air tawar. Air sebagai fluida kerja PLTU harus bebas dari mineral,yang dapat menyebabkan korosi pada peralatan PLTU.
  1. Hidrogen Plant (Unit Hidrogen)
Digunakan hydrogen (H2) sebagai pendingin Generator.
  1. Chlorination Plant (Unit Chlorin)
Berfungsi untuk menghasilkan senyawa natrium hipoclorit (NaOCl) yang digunakan untuk memabukkan/melemahkan mikro organisme laut pada area water intake.
  1. Auxiliary Boiler (Boiler Bantu)
Berfungsi untuk menghasilkan uap (steam) yang digunakan pada saat boiler utama start up maupun sebagai uap bantu (auxiliary steam).
  1. Coal Handling (Unit Pelayanan Batubara)
Merupakan unit yang melayani pengolahan batubara yaitu dari proses bongkar muat kapal (ship unloading) di dermaga, penyaluran ke stock area sampai penyaluran ke bunker unit.
  1. Ash Handling (Unit Pelayanan Abu)
Merupakan unit yang melayani pengolahan abu baik itu abu jatuh (bottom ash) maupun abu terbang (fly ash) dari Electrostatic Precipitator hopper dan SDCC (Submerged Drag Chain Conveyor) pada unit utama sampai ke tempat penampungan abu (ash valley).


Proses kerja PLTU batubara secara sederhana:
1. Batubara dihancurkan dan dihaluskan hingga menyerupai tepung, kemudian dicampur dengan udara panas dan disemprot dengan tekanan tinggi sehingga akan terjadi pembakaran yang maksimum ke dalam boiler.
2. Air dialirkan melalui pipa di dalam dinding boiler, dipanaskan menjadi uap hingga mencapai suhu 1000oF dengan tekanan 200 bar dan disalurkan ke turbin.
3. Tekanan uap yang besar akan mendorong poros turbin yang dihubungkan ke poros generator dimana magnet berputar dalam kumparan sehingga menghasilkan listrik.
4. Uap yang keluar dari turbin dialirkan ke kondensor untuk dimasak ulang. Sedangkan air pendingin akan disemprotkan ke dalam cooling tower, kemudian dipompa kembali ke kondensor sebagai air pendingin ulang dan uap air dikembalikan ke boiler untuk mengulangi siklus.
siklus PLTU

Cirebon, 25 Mar. 16
WINDA YULIANA
1415105141
Sumber Rujukan
Budiman, A. (2012, January 30). Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Retrieved Maret 24, 2016

 








0 komentar:

Posting Komentar