Minggu, 20 Maret 2016

ADA "MATAHARI" BARU DI CHINA



Ilmuwan di China berhasil membuat matahari buatan, yang panasnya diklaim mengalahkan panas matahari asli. Memanfaatkan energi fusi nuklir, terobosan yang diciptakan oleh sejumlah ilmuwan dari Hefei Institute of Physical Science of the Chinese Academy of Science ini menghasilkan panas matahari buatan sebesar 50 juta kelvin atau hampir mendekati 50 juta derajat celsius. Sedangkan panas dari inti matahari asli dilaporkan sekitar 15 juta derajat celsius.

“Panas matahari buatan (50 juta kelvin) bertahan selama 102 detik,” ucap para peneliti China tersebut, seperti dikutip International Business Times, Jumat, 18 Maret 2016.

Berbeda dari biasanya, yang terlibat dalam pembelahan atom adalah menggunakan isotop uranium, tapi kali ini, ilmuwan China menggunakan dua inti atom atau lebih, sehingga mereka bertabrakan dan menghasilkan inti baru.

Peneliti menjelaskan, dalam fusi nuklir ini, isotop Hidrogen Deuerium (isotop yang memiliki satu proton dan satu neutron) dan Trutium (isotop dengan satu proton dan dua neutron) bertabrakan dengan kecepatan tinggi untuk menghasilkan Helium.

Sehingga sebuah bom hidrogen menggunakan energi yang dihasilkan oleh fisi nuklir untuk memicu reaksi fusi. Proses itu terjadi di dalam reaktor, dikenal sebagai Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST).

“Sebuah matahari buatan dapat memberikan energi bersih terbatas dikendalikan fusi termonuklir,” ucap Xu Jiannan, peneliti dari China Academy of Engineering Physics.

Terobosan China itu menempatkan Negeri Tirai Bambu itu setara dengan kemampuan Uni Eropa, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang yang merupakan negara terdepan dalam teknologi fusi. Penelitian tim China itu dilaporkan akan dilakukan di Brazil, Korea Selatan dan Kanada.

VIVA.co.id

0 komentar:

Posting Komentar