Sabtu, 12 Maret 2016

Bakteri Berbahaya pada Es Balok

Menikmati teriknya matahari pasti akan menyegarkan jika konsumsi minuman yang segar-segar seperti es kelapa, es jeruk, es teh dan ini sangat disukai sebagian orang. Tapi jangan bersenang-senang dahulu menikmati kesegaran minuman tersebut, memang kebanyakan diberi es batu yang berasal dari es balok agar lebih dingin. Padahal es balok yang sering digunakan nampak tidak higienis. Jika es batu berasal dari es balok yang banyak dijual pedagang-pedagang es, yang harus diwaspadai adalah pembuatan es batu tersebut. Kebanyakan es balok dibuat menggunakan air mentah. Tak jarang airnya berasal dari sungai yang disuling dan ditambahkan bahan kimia sebagai penjernih. Kemudian dimasukan ke dalam pendingin dan jadilah es balok.
Menurut catatan Badan Kesehatan dunia (WHO), air limbah domestik yang belum diolah memiliki kandungan virus sebesar 100.000 partikel virus infektif setiap liternya, lebih dari 120 jenis virus patogen yang terkandung dalam air seni dan tinja.  Sebagian besar virus patogen ini tidak memberikan gejala yang jelas sehingga sulit dilacak penyebabnya. Bakteri penghuni usus manusia dan hewan berdarah panas ini telah mengkontaminasi hampir keseluruhan air baku air minum, sungai, sumur. Setelah tinja memasuki badan air, Escherichia coli akan mengkontaminasi perairan, bahkan pada kondis tertentu Escherichia coli dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh dan dapat tinggal di dalam pelvix ginjal dan hati.
Air yang dimanfaatkan dalam kehidupan harus memenuhi persyaratan, baik kuantitas dan kualitas yang erat hubungannya dengan kesehatan. Air yang memenuhi persyaratan kuantitas apabila air tersebut mempunyai jumlah yang cukup untuk dipergunakan sebagai air minum dan keperluan rumah tangga lainnya. Menurut Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010, secara garis besar persyaratan kualitas air minum dapat digolongkan dengan empat syarat, yaitu :

1.      Syarat Fisika
Air minum yang dikonsumsi sebaiknya tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna (maksimal 15 TCU), tidak keruh (maksimal 5 NTU), suhu udara maksimal ± 3 ºC dari suhu udara sekitar dan jumlah zat padat terlarut maksimal 500 mg/l.
2.      Syarat Kimia
Air minum yang dikonsumsi tidak mengandung zat-zat kimia organik dan anorganik melebihi standar yang ditetapkan, pH pada batas minimum dan maksimum (6,5-8,5) dan tidak mengandung zat kimia beracun sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
3.      Syarat Mikrobiologi
Air minum yang aman harus terhindar dari kemungkinan kontaminasi Escherichia coli atau koliform tinja dengan standar 0 dalam 100 ml air minum.
4.      Syarat Radioaktif 
Air minum yang akan dikonsumsi hendaknya terhindar dari kemungkinan terkontaminasi radiasi radioaktif melebihi batas maksimal yang diperkenankan.

Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk mengetahui kandungan dalam es batu. Lalu tim tersebut mengambil contoh secara random di beberapa penjual yang mencampurkan es balok pada aneka minuman yang mereka jual dan membawanya ke laboratorium untuk mengetes kandungan dari es tersebut. Hasilnya sungguh menakutkan dan mengejutkan setiap orang. Ternyata dalam es itu terkandung bakteri Escherichia coli jauh di atas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan lain kata, es balok ini mengandung bakteri hampir Setara dengan kotoran manusia. Dapat diartikan bahwa air es balok lebih kotor dari pada air toilet
Echerichia coli merupakan bakteri yang paling tidak dikehendaki kehadirannya di dalam air minum maupun makanan. Hal ini karena bila dalam sumber air ditemukan bakteri Escherichia coli, maka hal ini dapat menjadi indikasi bahwa air tersebut telah mengalami pencemaran oleh tinja manusia atau hewan-hewan berdarah panas. Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli, merupakan salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, berbentuk batang dan tidak membentuk spora. E. coli ini sesungguhnya merupakan penghuni normal usus, selain berkembang biak di lingkungan sekitar manusia. Kebanyakan E. coli tidak berbahaya, tetapi beberapa seperti E. coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia
Adapun cara mengurangi kandungan E. coli salah satunya dengan merebus air karena seperti yang telah dijelakan di atas bahwa E. coli termasuk bakteri mesofilik dengan suhu pertumbuhannya dari 7ºC sampai 50ºC dan suhu optimum sekitar 37ºC (Adams dan Moss, 2008), oleh sebab itu masaklah air yang akan digunakan sebagai bahan es balok sampai mendidih.
Lalu bagaimana cara membedakan es yang baik untuk diminum?
Ciri-ciri Es batu yang terbuat dari Air Mentah :
1. Perhatikan Warna Es. Es yang dibuat dari air mentah memiliki warna yang putih. Secara ilmiah, air yang bersuhu dingin akan meyebabkan udara terperangkap di dalam air. sehingga ketika air tersebut membeku maka akan tampak gelembung udara tadi menjadi berwarna putih seperti salju.
2. Jumlah Gelembung Es. Gelembung-gelembung udara akan tampak di dalam es dengan jumlah yang begitu besar.

Ciri – ciri Es batu yang menggunakan Air Masak/Matang1. Kejernihan Es. Es batu yang menggunakan air masak akan terlihat lebih jernis dan sangat bening. Hal ini dikarenakan udara sudah lepas ketika proses pemasakan air. Es juga akan terlihat jernih tanpa kotoran karena Sebelum dijadikan es, terlebih dahulu air yang sudah dimasak di dinginkan sehingga kotoran-kotoran air akan mengendap seluruhnya.
2. Gelembung Es. Secara Ilmiah, walaupun saat pendinginan air menjadi es pada suhu 0°C, udara tidak bisa masuk kedalam pembungkus es batu sehingga sangat sedikit gelembung yang terperangkap di dalam es batu. Ini juga membuktikan bahwa kandungan udara di dalam air menjadi berkurang.

Guys, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi minuman dengan yang dicampur es karena tak dapat kita pungkiri bakteri dengan kehidupan ini selalu berdampingan. alangkah baiknya jika mengkonsumsi minuman tanpa es batu karena dengan konsumsi air putih saja tanpa es sangat bagus untuk kesehatan atau kita bisa meminum minuman dengan esbatu  yang kita buat sendiri dengan komposisi nutrisi yang ditentukan. Semoga Bermanfaat !

Sumber :
Alsabbah, R. (2015, Juni Jumat). Inilah bahayanya jika anda konsumsi esbatu dari air mentah. Retrieved Maret Sabtu, 2016, from Kesehatan: http://www.vestyles.com/2015/06/inilah-bahayanya-jika-anda-konsumsi-es.html
Rahmawati, D. (2015, April Kamis). Bakteri pada es balok. Retrieved Maret Sabtu, 2016, from Dian Rahmawati: http://didianrahmawati.blogspot.co.id/2015/04/bakteri-pada-es-balok_23.html

1 komentar:

WIWI mengatakan...

s

Posting Komentar