Minggu, 13 Maret 2016

Matematika Tiangnya Kimia

Monday, 14/03/2016
1:45 a.m.


Kimia, apa sih yang  kita ketahui tentang Kimia? Apa itu sebuah Nama mata pelajaran? Apa sebuah nama mata kuliah? Atau sebuah penemuan? Atau kah sebuah ilmu?

Apapun pandangan pengertian kita semua tentang Kimia, sebagai mahasiswa pada umumnya, yang kita ketahui tentang Kimia merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang komposisi, struktur atau sifat zat/materi. Cakupan Kimia sekarang ini lebih luas lagi. Bahkan, banyak pula cabang-cabang dari ilmu kimia itu sendiri. Mempelajari eksperimen-eksperimen zat, reaksi-reaksi zat Kimia yang ada, bahkan tentang penggunaan zat-zat berbahaya. Juga, di seluruh permukaan bumi ini pasti ada unsur kimia, tanah, air, udara, makanan, bahkan di dalam tubuh kita sendiri pun terdapat unsur kimia. Namun, terkadang sebagian orang awam tidak memahami dengan benar apa itu kimia. Ada yang mengira bahwa kimia itu zat berbahaya, kimia itu racun, kimia itu banyak efek sampingnya.

Nah, setelah kita mempelajari ilmu kimia itu sendiri kita tahu apa sebenarnya kimia itu.

Selanjutnya, benarkah kimia itu menjadi pusat dari ilmu pengetahuan? Ane lihat di blog-blog lain termasuk wikipedia, begitu kira-kira.

Bagaimana dengan Matematika? Kemudian apakah kimia ada hubungannya dengan Matematika? Mari kita selidiki lebih dalam lagi mengenai masalah ini.

Pertama kita bahas tentang apa itu Kimia? Kimia dalam bahasa Arab di terjemahkan menjadi “Kimmiya” yang berarti perubahan benda atau zat. Pada hakekatnya Kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Banyak yang bilang, bahwa Kimia sebagai ‘ilmu pusat’ karena Kimia menghubungkan berbagai ilmu lain di dunia ini. Sebagai contoh di bidang kedokteran, biologi, fisika, lingkungan, forensik, astronomi, farmasi, ilmu bahan, komputer, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dengan Matematika? Apa yang terlintas dalam benak anda bila mendengar kata Matematika? Apakah sebuah mata pelajaran yang kita takuti dulu? Apakah sebuah ilmu tentang angka? Apakah sebuah rumus? Atau  hanya susunan angka-angka yang tidak bermakna? Atau kah ada suatu keindahan yang terpancar dari angka-angka tersebut? Pada hakekatnya Matematika berasal dari bahasa Yunani Kuno Máthēma, yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu, yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah Mathēmatikós, berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, Mathēmatikḗ tékhnē, di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika.

Sadarkah bahwa Matematika itu sangat berperan dan dibutuhkan dalam setiap ilmu perngetahuan dan segala kegiatan dalam kehidupan kita. Nah mari kita buktikan betapa berperannya Matematika dalam kehidupan kita. Di lingkungan masyarakat secara tidak langsung orang sudah menggunakan matematika. Seperti ketika orang menghitung uang jajan, biaya beli pulsa, jumlah ongkos bolak-balik kampus, pembayaran spp, iuran kas kelas + intensif bhs. inggris, biaya mengikuti seminar atau organisasi, dan masih banyak yang lainnya. Jelas bahwa matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan kehidupan, namun masih banyak yang kurang menyukai, tidak tertarik, dan bahkan takut. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari persoalan Matematika.

Terus apa hubungannya antara Kimia dengan Matematika? Nah inilah saat nya kita bahas mengenai masalah tersebut. Kimia tanpa matematika adalah hal yang tak mungkin terjadi. Kimia tak akan bisa berdiri tegak bila tanpa Matematika. Seperti pernyataan bahwa shalat adalah tiangnya agama begitu pula hubungan antara Kimia dengan Matematika, Matematika adalah tiangnya Kimia, Kimia akan runtuh bila tanpa adanya penyokong, yaitu Matematika. Kimia sangat bergantung pada Matematika. Kima tidak akan ada tanpa Matematika. Karena Matematika merupakan dasar dari semua ilmu perngetahuan termasuk Kimia. Apa buktinya kalau Kimia tidak bisa terlepas dari Matematika? Marilah kita bahas beberapa bahasan dalam ilmu Kimia yang sering kita jumpai, misalnya:

a.       Pencampuran larutan harus menimbang, mengukur, menghitung, dan menstatistikakan jumlah dari larutan yang akan di campur tersebut.
b.      Sistem periodik unsur, seperti yang dipelajari dalam kimia bahwa suatu unsur dapat ditentuka golongan dan periodenya. Nah, dengan matematika lah kita menghitungnya.
c.       Teori-teori dalam kimia juga  dibutuhkan logika matematika.
d.      Dalam ujian atau ulangan materi kimia, pasti ada operasi hitung mengitung.
e.       Dan masih banyak lagi peran matematika dalam ilmu kimia

Dari sekian banyaknya bahasan yang menyinggung tentang peranan Matematika dalam ilmu Kimia. Kita sudah dapat menarik satu kesimpulan. Kimia tidak akan bisa berdiri tanpa adanya Matematika di dalamnya. Layaknya mobil yang membutuhkan bensin untuk melaju kencang, dan tak akan bisa melaju bila tanpa ada bensin. Nah Kimia pun begitu, tidak akan ada bila tanpa adanya Matematika. Karena Matematika merupakan dasar dari semua ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, jadi berlaku pula terhadap Kimia yang merupakan ilmu pengetahuan. Akhirnya pendapat terakhir yang dapat disampaikan yaitu Kimia tanpa Matematika akan RUNTUH layaknya rumah tanpa tiang penyangga.


Referensi:

http://veliarryandre.blogspot.co.id/2012/01/kimia-tanpa-matematika.html

Nasoetion, Andi Hakim. 1980. Landasan Matematika. Jakarta: Bharatara Karya Aksara.

0 komentar:

Posting Komentar