Selasa, 19 April 2016

Polifenol pada Tanaman

Istilah dari senyawa fenol meliputi
ialah aneka ragam senyawa yang
berasal dari tumbuhan, yang
mempunyai ciri sama ialah cincin
aromatik yang mengandung satu
maupun dua penyulih hidroksil.
Senyawa fenol ini cenderung mudah larut di dalam air sebab umumnya berikatan dengan gula ialah sebagai glikosida dan juga biasanya terdapat dalam vakuola sel.

Struktur catechol (golongan polifenol)
Fenolat tersebut memiliki berbagai
aktivitas, misalnya ialah antibakteri, antijamur, antioksidan, sedatif, dan lain sebagainya. Sementara itu bagi tanaman, fenolat tersebut berperan
ialah sebagai bahan pembangun
dinding sel, juga sebagai pigmen
bunga (antosianin), dan sebagainya. Tetapi , kemampuannya ialah dapat
membentuk kompleks dengan protein melalui suatu ikatan tunggal dapat mengganggu di dalam penelitian.
Selain hal itu, fenol tersebut sangat
peka terhadap oksidasi enzim dan
juga mungkin hilang pada proses
isolasi yang diakibatkan kerja enzim fenolase yang terdapat dalam tumbuhan.
Metode standar yang digunakan
di dalam suatu penentuan kandungan polifenol maupun fenolat ialah Folin Ciocalteu dengan asam galat yang
sebagai senyawa standarnya.

Flavonoid
Beberapa ribu dari senyawa fenol
alam tersebut telah diketahui
strukturnya. Flavonoid ialah golongan terbesar. Flavonoid tersebut mengandung sistem aromatik yang dapat terkonjugasi sehingga dapat menunjukkan pita serapan yang kuat pada suatu daerah spektrum UV dan
spektrum tampak. pada umumnya ,
flavonoid didalam tumbuhan terikat pada gula ialah sebagai glikosida dan juga aglikon flavonoid.

Struktur flavonoid dan penomorannya
Flavonoid tersebut terdistribusi luas diberbagai tanaman dengan
aktivitasnya yang sangat beragam dan juga seringkali mendukung suatu aktivitas senyawa utama ataupun sinergisme. Golongan senyawa tersebut memiliki struktur yang hampir seragam yang dapat
memudahkan dalam penetapannya.
Identifikasi awal terhadap golongan flavonoid tersebut dengan menggunakan analisis sitroborat, yaitu mencampur sampel tersebut dengan
asam formiat dan juga borat dengan eter setelah itu dikeringkan di dalam lemari asam (fumwehood). Kemudian
setelah kering, dilihatlah fluoresensi pada bawah UV.
Jika Fluoresensi kuning itu
menandakan bahwa positif keberadaan flavonoid.

Tannin
Tannin ialah salah satu contoh dari
senyawa polifenol. Tannin tersebut
terdapat luas didalam tumbuhan
berpembuluh dan juga terdapat khsus dalam jaringan kayu pada suatu angiospermae.
Secara kimia terdapat dua jenis
tannin, ialah :
1.tannin-terkondensasi atau flavolan
2.tannin terhidrolisiskan.
Struktur Proanthocyanidin (golongan tannin)
Tannin-terkondensasi tersebut
terdapat didalam jenis paku-pakuan, gymnospermae, dan juga
angiospermae. Sedangkan tannin ini terhidrolisiskan penyebarannya
terbatas dalam tumbuhan berkeping dua. Tannin tersebut seringkali dilaporkan ialah sebagai
mikromolekul yang mengganggu
bioassay dan juga sering berikatan
tidak spesifik pada berbagai protein yang termasuk beragai jenis reseptor
sehingga dapat menjadi sukar larut
air. Tetapi, beberapa aktivitas cukup penting juga yang dilaporkan pada tannin, ialah dapat menghambat, dapat
menghentikan pedarahan dan juga
dapat mengobatai luka bakar.
Tannin tersebut mampu untuk
membuat lapisan pelindung luka dan juga ginjal. Kemampuan mengikat ion besi dengan dapat menghasilkan warna larutan biru kehitaman ataupun hijau kehitaman ialahh menjadi dasar
analisis kualitatif tannin terhidrolisis maupun tannin galat. Tannin tersebut dapat pula dideteksi dengan cara menggunakan sinar UV pendek yang berupa bercak lembayung yang bereaksi positif pada setiap pereaksi fenol baku.

Sumber:

http://www.gurupendidikan.com/pengertian-senyawa-polifenol-pada-tanaman/

0 komentar:

Posting Komentar