Kamis, 28 April 2016

BUNGA DAN ASAM-BASA

bunga bisa menjadi indikator alami supaya kita tahu sifat larutan. Bagaimana caranya? Mari kita coba!
Siapkan:
  • Mahkota bunga berwarna-warni (misalnya merah dari kembang sepatu dan biru dari bunga Hydrangea)
  • Asam cuka (psst, bisa pakai yang ada di dapur, lho, sedikiit saja)
  • Baking soda / soda kue
  • Air
  • Gelas plastik kosong
  • Sendok teh
Gambar kembang sepatu
Sumber: motherherbs.com
Gambar bunga Hydrangea
Bagaimana caranya?
  1. Tuang sekitar 3-4 sendok teh soda kue dalam gelas plastik kosong dan tambahkan setengah gelas air lalu aduk-aduk.
  2. Remas-remas mahkota bunga merah kemudian masukkan dalam gelas plastik kosong kedua, remas juga mahkota bunga biru dan masukkan dalam gelas plastik lainnya. Buat masing-masing 2 gelas, jadi ada 4 gelas, 2 gelas berisi mahkota bunga merah dan 2 gelas berisi mahkota bunga biru.
  3. Beri label “asam” untuk 1 gelas berisi mahkota bunga merah dan 1 gelas berisi mahkota bunga biru.
  4. Beri label “basa” untuk 1 gelas berisi mahkota bunga merah dan 1 gelas berisi mahkota bunga biru.
  5. Teteskan beberapa tetes asam cuka ke dalam gelas “asam” dan campuran soda kue ke dalam gelas “basa”.
  6. Lihat perubahan warna yang terjadi.
Gambar hasil perubahan warna
Sumber: Lobelia flower pH spectrum
Mengapa bisa begitu?
Mahkota bunga mengandung antosianin yang dapat berubah warna tergantung dari pH. Antosianin sendiri merupakan pigmen larut air yang banyak terdapat di tumbuhan, salah satunya di bunga. Pigmen antosianin berkisar pada warna pink, merah, ungu, hingga biru. Pada larutan asam (pH di bawah 7), antosianin akan memunculkan warna pink kemerahan. Pada larutan netral (pH sama dengan 7), warnanya akan menjadi ungu. Sedangkan pada larutan basa (pH di atas 7), warna yang terbentuk adalah warna kuning kehijauan.


Sumber: https://bisakimia.com/2012/11/09/yuk-bereksperimen-bunga-dan-asam-basa/

0 komentar:

Posting Komentar