Jumat, 22 April 2016

Bahan Kimia pada Kerupuk ini Bisa Jadi Penyakit



Bahan Kimia pada Kerupuk ini Bisa Jadi Penyakit

Kerupuk-ikan

Siapa sih yang tidak suka makan kerupuk? Makanan renyah ini selalu nikmat dijadikan pendamping santapan apapun juga. Sayangnya jika dibuat dengan bahan-bahan berbahaya, kerupuk tidak lagi enak karena bisa jadi penyakit di dalam tubuh.
Tidak semua kerupuk mengandung bahan berbahaya, mungkin hanya sebagian kecil saja. Tetapi seperti kata orang bijak, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Tidak ada salahnya waspada sebelum kena penyakit. Berikut ini beberapa bahan berbahaya yang bisa bikin kerupuk berubah jadi penyakit, yaitu:
1. Pewarna berbahaya
Hati-hati jika menemukan kerupuk yang warnanya merah menyala, sebab kemungkinan besar pewarna yang digunakan tidak aman. Bukan pewarna makanan yang digunakan, melainkan Rhodamin-b yang merupakan pewarna pakaian. Bahan ini bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker.
“Warnanya ngejreng, berpendar atau berfluoresensi,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucky S Slamet saat menjelaskan ciri-ciri kerupuk yang mengandung pewarna berbahaya Rhodamin-b.
2. Pengawet
Agar tahan lama, kerupuk juga sering ditambahi bahan pengawet. Bleng atau boraks merupakan bahan pengawet paling sering digunakan dalam pembuatan kerupuk, namun jika kadarnya terlalu banyak bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Apalagi, sifatnya bisa terakumulasi dalam tubuh.
“Yang sering ditambah pewarna kan kerupuk, atau ditambah pengawet kan kerupuk,” kata Lucky soal makanan yang perlu diwaspadai mengandung bahan-bahan berbahaya.
3. Boraks
Dalam pembuatan kerupuk, bleng atau boraks punya fungsi yang sangat beragam. Selain sebagai pengawet, bahan ini juga bisa membuat tekstur kerupuk lebih renyah dan punya aroma yang khas.
“Biasanya memang bukan di goreng-gorengan seperti tempe goreng itu ya, biasanya kerupuk yang pakai boraks. Termasuk bakso, karena juga bikin kenyal. Pokoknya banyak lah produk-produk yang dicampur boraks,” kata Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Roy Sparringga beberapa waktu lalu.
4. Plastik
BPOM dengan tegas menyangkal adanya kerupuk yang digoreng dengan minyak mengandung plastik. Namun demikian, bukan tidak mungkin praktik curang dan berbahaya ini juga ada di lapangan. Terlebih, beberapa orang pernah menjumpai tukang gorengan yang mencampurkan plastik ke dalam minyak. Padahal, polimer plastik adalah karsinogen atau penyebab kanker.
“Mungkin hanya nol koma nol nol sekian. Yang jelas dari pengujian yang dilakukan BPOM, belum pernah ditemukan,” kata Ratmono, Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Olahan BPOM.
5. Lilin
Selain plastik, bahan lain yang kabarnya juga sering dipakai dalam pembuatan kerupuk adalah lilin atau parafin. Sama halnya dengan plastik, penambahan plastik dalam pembuatan kerupuk juga baru sebatas desas-desus yang belum terkonfirmasi.
“Yang tidak banyak diketahui masyarakat adalah bahwa beberapa jenis parafin ada yang edible (bisa dimakan). Selongsong sosis misalnya, itu biasanya termasuk parafin yang edible. Jadi jangan sampai meresahkan,” jelas Ratmono.


Sumber : http://www.portalkesehatan.com/motivasi-tips-sehat/bahan-kimia-pada-kerupuk-ini-bisa-jadi-penyakit/

0 komentar:

Posting Komentar