Tampilkan postingan dengan label Siti Kurniasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siti Kurniasih. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2016

Cat Ramah Lingkungan

Cat konvensional, khususnya untuk
kepentingan perwarnaan kendaraan bermotor, terbukti banyak mengandung senyawa berbahaya karena selalu menguapkan banyak bahan pengurai yang merusak lingkungan. Karena itulah, teknologi di bidang ini terus dikembangkan demi terciptanya produk ramah lingkungan dengan kualitas yang tak kalah dengan cat konvensional. Dan, belakangan teknologi menyangkut cat berkembang amat pesat. Malahan yang terkini muncul, cat dengan ramuan teknologi waterborne .

Produk ini lebih banyak mengandung unsur air -- termasuk
bagi keperluan pengencerannya --
ketimbang senyawa beracun seperti di antaranya thinner yang memang amat mengganggu lingkungan. Secara awam teknologi waterborne dapat digambarkan sebagai proses yang sederhana, yakni air dapat mengantikan cairan thinner, mulai untuk kepentingan pencampuran, pengecatan, hingga penguapan. Ini
sangat menguntungkan karena zat
yang dikandung dalam thinner berupa senyawa perusak lingkungan.

Namun, ini tak berarti waterborne
sama sekali tidak menggunakan thinner dalam seluruh proses produksinya. Karena, bagaimanapun zat pengurai yang diperlukan dari cairan thinner tetap ada. Hanya konsentrasi dan jumlahnya yang amat berkurang dibanding pemakaian thinner pada produk cat konvensional. Dengan begitu, kombinasi antara cat yang mengandung air dengan sistem solid tinggi -- campuran dari sejumlah
senyawa kimia yang terkandung
dalam cat -- dapat mengurangi jumlah pelarut beracun yang digunakannya.

Sistem baru yang amat ramah
lingkungan ini mencakup pula pada proses coating, base caot, dan juga clear coat. Bagai mata pisau bersisi dua menggunakan air sebagai cleaner tersebut memiliki dua fungsi. Pada satu sisi memang lebih baik dibanding menggunakan pengurai organik, tetapi sisi lainnya adalah kenyataan bahwa sifat air yang mudah membeku membuat proses penguapannya lebih lambat.

Karenanya produk cat yang lebih banyak mengandung air ini harus dipanaskan dalam temperatur antara 5 sampai 30 derajat Celsius. Bahkan dinyatakan pula untuk hasil lebih baik diperlukan proses pemanasan hingga suhu 20 derajat Celsius. Prosesnya sedikit lebih rumit dibanding pemakaian cat konvensional. Tetapi karena kini telah banyak dikembangkan sistem pengecatan dengan metoda oven, kendala ini dapat dieliminir. Misalnya, melakukan pencampuran cat di dalam oven secara seksama sebelum melakukan pengecatan. Selain itu dapat pula digunakan metoda inframerah, sehingga cat yang dilarutkan dengan air tersebut dapat dipastikan akan mudah kering.

Cat produk tersebut benar-benar
diformulasikan sehingga amat
berteman dengan air. Karena itu
proses pengikat pigmen, salah satu
contohnya, dapat berlangsung amat gampang. Mudahnya, proses ini dapat dibayangkan seperti pencampuran cat air untuk keperluan menggambar. Namun hasil akhirnya nyaris sama persis dengan cat minyak, yang lebih
kuat melapisi logam dan mudah mengkilap. Karena sifatnya yang mudah larut dalam air, maka zat pelarut kimiawi lainnya yang dibutuhkan dalam proses pengecatan secara keseluruhan bisa amat sedikit, yakni sekitar 10 persen dibanding penggunakan cat
konvensional.

Pada proses pengecatan dasar dengan produk konvensional, bahan pelarut beracun yang diperlukan bisa mencapai 85 persen. Tetapi dengan menggunakan cat jenis baru ini,
senyawa pelaut kimia lain hanya
diperlukan dalam jumlah 10 persen. Sampai di sini, semangat menggurangi penggunakan thinner menjadi prestasi.

Keuntungan penggunaan cat jenis ini bukan hanya mengurangi senyawa kimia perusak lingkungan dalam proses refinishing semata. Melainkan lebih kepada keseimbangan sistem ekologi dan ekonomis. Selain dipastikan bahwa material baru ini akan bisa digunakan setiap hari. Dari segi ekonomis pun ternyata dapat sangat mengurangi investasi peralatan baru karena material yang digunakan lebih sedikit ketimbang material cat konvensional.

Pabrikan otomotif Audi AG di Jerman, telah pula membuat penelitian untuk menyempurnakan temuan ini. Pengembangan tersebut mencakup proses pelarutan air yang langsung tercampur dalam sirkulasi pada wadah khusus ketika disemprotkan. Ini termasuk telah pula menggunakan sistem saringan ultra terbaru.
Prosesnya, air dari tempat pengecatan dikumpulkan dalam tangki 250.000 liter sebelum dibersihkan dari polutan dan zat kimia beracun lainnya. Dan, setelah itu air didaur ulang ke dalam sirkuit pengecatan. Dengan kata lain, sirkuit air ini mengisi sendiri kebutuhan airnya. Artinya dalam
keseluruhan proses pengecatan tak
saja dijamin ramah lingkungan, tapi juga amat ekonomis karena airnyapun dapat didaur ulang penggunaannya.

Proses tersebut ternyata dapat
mengurangi lebh dari 70 persen energi untuk keperluan pengecatan seluruh bodi mobil dalam serangkaian produksi dalam pabrik. Itu berarti akan menghemat sedikitnya 2.900 ton minyak untuk keperluan pemanasan dalam proses pengecatan di pabrik
Audi AG per tahunnya. Membahas teknologi cat baru ini tentu harus dikaitkan dengan proses pengecatan kendaraan bermotor dalam sebuah pabrik. Hasilnya, kemajuan bagi pelesatarian lingkungan dan upaya menekan ongkos produksi dapat diperoleh dengan menggunakan produk ini.
Sementara untuk kepentingan usaha jasa pengecatan, belum diperoleh informasi sejauh mana tingkat efisiensinya.

Sumber:
http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1106067244&1

Selasa, 19 April 2016

Polifenol pada Tanaman

Istilah dari senyawa fenol meliputi
ialah aneka ragam senyawa yang
berasal dari tumbuhan, yang
mempunyai ciri sama ialah cincin
aromatik yang mengandung satu
maupun dua penyulih hidroksil.
Senyawa fenol ini cenderung mudah larut di dalam air sebab umumnya berikatan dengan gula ialah sebagai glikosida dan juga biasanya terdapat dalam vakuola sel.

Struktur catechol (golongan polifenol)
Fenolat tersebut memiliki berbagai
aktivitas, misalnya ialah antibakteri, antijamur, antioksidan, sedatif, dan lain sebagainya. Sementara itu bagi tanaman, fenolat tersebut berperan
ialah sebagai bahan pembangun
dinding sel, juga sebagai pigmen
bunga (antosianin), dan sebagainya. Tetapi , kemampuannya ialah dapat
membentuk kompleks dengan protein melalui suatu ikatan tunggal dapat mengganggu di dalam penelitian.
Selain hal itu, fenol tersebut sangat
peka terhadap oksidasi enzim dan
juga mungkin hilang pada proses
isolasi yang diakibatkan kerja enzim fenolase yang terdapat dalam tumbuhan.
Metode standar yang digunakan
di dalam suatu penentuan kandungan polifenol maupun fenolat ialah Folin Ciocalteu dengan asam galat yang
sebagai senyawa standarnya.

Flavonoid
Beberapa ribu dari senyawa fenol
alam tersebut telah diketahui
strukturnya. Flavonoid ialah golongan terbesar. Flavonoid tersebut mengandung sistem aromatik yang dapat terkonjugasi sehingga dapat menunjukkan pita serapan yang kuat pada suatu daerah spektrum UV dan
spektrum tampak. pada umumnya ,
flavonoid didalam tumbuhan terikat pada gula ialah sebagai glikosida dan juga aglikon flavonoid.

Struktur flavonoid dan penomorannya
Flavonoid tersebut terdistribusi luas diberbagai tanaman dengan
aktivitasnya yang sangat beragam dan juga seringkali mendukung suatu aktivitas senyawa utama ataupun sinergisme. Golongan senyawa tersebut memiliki struktur yang hampir seragam yang dapat
memudahkan dalam penetapannya.
Identifikasi awal terhadap golongan flavonoid tersebut dengan menggunakan analisis sitroborat, yaitu mencampur sampel tersebut dengan
asam formiat dan juga borat dengan eter setelah itu dikeringkan di dalam lemari asam (fumwehood). Kemudian
setelah kering, dilihatlah fluoresensi pada bawah UV.
Jika Fluoresensi kuning itu
menandakan bahwa positif keberadaan flavonoid.

Tannin
Tannin ialah salah satu contoh dari
senyawa polifenol. Tannin tersebut
terdapat luas didalam tumbuhan
berpembuluh dan juga terdapat khsus dalam jaringan kayu pada suatu angiospermae.
Secara kimia terdapat dua jenis
tannin, ialah :
1.tannin-terkondensasi atau flavolan
2.tannin terhidrolisiskan.
Struktur Proanthocyanidin (golongan tannin)
Tannin-terkondensasi tersebut
terdapat didalam jenis paku-pakuan, gymnospermae, dan juga
angiospermae. Sedangkan tannin ini terhidrolisiskan penyebarannya
terbatas dalam tumbuhan berkeping dua. Tannin tersebut seringkali dilaporkan ialah sebagai
mikromolekul yang mengganggu
bioassay dan juga sering berikatan
tidak spesifik pada berbagai protein yang termasuk beragai jenis reseptor
sehingga dapat menjadi sukar larut
air. Tetapi, beberapa aktivitas cukup penting juga yang dilaporkan pada tannin, ialah dapat menghambat, dapat
menghentikan pedarahan dan juga
dapat mengobatai luka bakar.
Tannin tersebut mampu untuk
membuat lapisan pelindung luka dan juga ginjal. Kemampuan mengikat ion besi dengan dapat menghasilkan warna larutan biru kehitaman ataupun hijau kehitaman ialahh menjadi dasar
analisis kualitatif tannin terhidrolisis maupun tannin galat. Tannin tersebut dapat pula dideteksi dengan cara menggunakan sinar UV pendek yang berupa bercak lembayung yang bereaksi positif pada setiap pereaksi fenol baku.

Sumber:

http://www.gurupendidikan.com/pengertian-senyawa-polifenol-pada-tanaman/

Senin, 11 April 2016

Peran Senyawa Kimia dalam Sistem Pertahanan Tubuh Menangkal Serangan Teroris

Tahukah Anda, apa yang dilakukan
dunia ketika para teroris menyerang
dan membuat kacau? Semua negara di
dunia, tanpa kecuali beramai-ramai
membuat sistem pertahanan diri
terhadap serangan para teroris, dan
bekerja sama satu sama lain dalam
membumi-hanguskan para pembuat
kacau ini. Tapi tentu, tulisan ini bukan
bertujuan membahas isu terorisme
yang sedang gencar-gencarnya
dibahas di seluruh dunia. Serangan
teroris terhadap suatu negara hanya
sebagai analogi tentang suatu kondisi
yang pada prinsipnya mirip dengan
serangan teroris, tetapi tentu serangan
"teroris" ke dalam tubuh kita.
Serangan "teroris", kita sadari atau
tidak berlangsung setiap hari
menimpa kita. Lalu, bagaimana tubuh
kita menyikapi keadaan ini dan seperti
apa sistem pertahanan tubuh kita yang
juga ikut melibatkan senyawa kimia
tubuh sehingga seringkali kita tidak
merasakan dampak serangan "para
teroris" ini.
Perlu kita ketahui, setiap hari jutaan
bakteri, mikroba, virus, racun, zat
kimia, dan parasit (yang kita
analogikan sebagai teroris) berusaha
dengan segala cara masuk ke tubuh
kita dan memporak-porandakan
sistem pertahanan tubuh kita (sering
disebut juga sebagai sistem
kekebalan atau imun). Namun, tentu
mereka harus berjuang keras melawan
"para pejuang" yang senantiasa
menjaga tubuh kita dari serangan
mereka.
Untuk menangkal serangan bakteri,
mikroba, virus, racun dan parasit ini,
semua anggota "pejuang" pertahanan
tubuh saling bekerja sama dan
menerapkan sistem pertahanan tubuh
berlapis-lapis dan kompleks tetapi
juga menarik. Pertahanan berlapis-
lapis ini penting, agar serangan dari
jutaan bakteri, mikroba, virus, racun
dan parasit ini dapat dilemahkan
dengan cara bertahap. Namun
adakalanya sistem berlapis-lapis ini
masih juga dapat ditembus oleh
serangan yang ulet dari "agen teroris"
ini, sehingga timbul yang namanya
sakit.
Sistem kekebalan tubuh sendiri
diartikan sebagai semua mekanisme
yang digunakan oleh tubuh untuk
menangkal pengaruh faktor atau zat
yang berasal dari lingkungan, yang
asing bagi tubuh kita. Secara garis
besar, sistem kekebalan tubuh kita
dibagi menjadi dua bagian, yaitu
sistem kekebalan alami (innate
immunity) dan sistem kekebalan
dapatan (acquired immunity) yang
keduanya saling bekerja sama
menangkal zat asing dari luar tubuh
yang tentu apabila dibiarkan akan
berbahaya bagi tubuh. Di dalam
sistem ini, peranan senyawa kimia
tidak bisa dipandang sebelah mata,
bahkan cukup luas dan beragam
dengan mekanisme kerja yang unik.
Kekebalan alami merupakan
pertahanan tubuh yang mendasar dan
kita miliki semenjak lahir dan bersifat
non-spesifik (artinya tidak bersifat
khusus terhadap zat asing tertentu),
sedangkan kekebalan dapatan
merupakan pertahanan tubuh yang
terbentuk sebagai respon adanya zat
asing yang masuk ke dalam tubuh,
bersifat spesifik, dan memiliki
kemampuan mengingat.
Ribuan mekanisme dilakukan oleh dua
sistem kekebalan tubuh kita ini,
namun di artikel ini hanya akan
dikemukakan beberapa anggota sisem
pertahanan tubuh yang melibatkan
peranan senyawa kimia.
Salah satu contoh kekebalan alami
adalah mekanisme pemusnahan
bakteri atau mikroorganisme lain yang
mungkin terbawa masuk saat kita
makan. Senyawa kimia yang berperan
adalah HCl (asam klorida). Senyawa
kimia ini terdapat dalam lambung kita,
yang dihasilkan oleh sel di dinding
lambung sebagai respon terhadap
adanya makanan yang masuk ke
dalam lambung. Selain berfungsi
dalam menghancurkan makanan yang
masuk ke dalam lambung, HCl juga
berfungsi sebagai penghalang
terhadap mikroorganisme yang masuk
ke dalam lambung karena sifatnya
yang asam (banyak bakteri atau
mikroorganisme yang tidak tahan
hidup pada pH lambung yang besarnya
sekitar 4). HCl yang ada pada
lambung akan mengganggu kerja
enzim-enzim penting dalam
mikroorganisme.
Contoh senyawa kimia lain yang
berperan dalam kekebalan alami
adalah oksigen. Oksigen merupakan
unsur kimia yang kita hirup setiap hari
dengan bebas. Oksigen masuk ke
dalam tubuh melalui hidung dan
ditampung di dalam paru-paru untuk
selanjutnya akan dibawa ke seluruh
sel tubuh dengan bantuan darah.
Terikatnya oksigen dalam darah
dimungkinkan karena pada sel darah
merah terdapat suatu gugus
penangkap oksigen yang diberi nama
Heme yang merupakan kompleks
protein dan unsur Fe (besi). Unsur
besi akan mengalami perubahan dari
Fe2+ menjadi Fe3+ (teroksidasi)
apabila berikatan dengan oksigen.
Adanya oksigen yang diangkut oleh
darah ke sel-sel tubuh kita
menyebabkan timbulnya suatu
tekanan. Tekanan oksigen dalam
darah ini banyak membunuh
mikroorganisme yang bermaksud
menyerang pertahanan tubuh kita.
Selain itu ada juga senyawa kimia
yang dinamakan enzim, yang terdapat
dalam cairan-cairan di tubuh kita,
yang juga memiliki peranan penting
dalam pertahanan tubuh terhadap zat
asing. Enzim adalah suatu protein
yang bertindak sebagai katalis biologi.
Salah satu enzim yang sangat terkenal
dalam sistem kekebalan tubuh kita
adalah lisozim. Lisozim merupakan
enzim yang sanggup mencerna
dinding sel bakteri sehingga bakteri
akan kehilangan kemampuannya
menimbulkan penyakit dalam tubuh
kita (hilangnya dinding sel ini
menyebabkan sel bekteri akan mati).
Lisozim banyak terdapat dalam cairan
tubuh seperti air mata dan ingus.
Enzim lain yang juga ikut berperan
dalam pertahanan tubuh adalah enzim
proteolisis yang banyak terdapat
dalam usus halus. Enzim ini akan
membunuh mikroorganisme yang
berhasil mencapai usus dengan
mendegradasi (menghancurkan)
protein mikroorganisme tersebut.
Selain itu juga terdapat senyawa kimia
yang dinamakan interferon yang
dihasilkan oleh sel sebagai respon
adanya serangan virus yang masuk
tubuh. Interferon bekerja
menghancurkan virus dengan
menghambat perbanyakan virus dalam
sel tubuh.
Hal yang juga menarik dalam sistem
kekebalan alami tubuh ini adalah
adanya gejala demam apabila tubuh
kita diserang oleh zat asing tertentu
(misalnya virus influensa) atau
terluka oleh benda tertentu (misalnya
kaki kita terkena paku). Gejala demam
sendiri merupakan mekanisme
pertahanan tubuh yang timbul karena
diproduksinya senyawa kimia
interleukin (suatu protein hormon)
sebagai respon terhadap adanya
infeksi mikroba atau adanya jaringan
tubuh yang terluka. Meningkatnya
suhu tubuh (demam) akan
menyebabkan mikroba tertentu yang
ada dalam tubuh kita menjadi mati.
Hal ini dikarenakan ketidakmampuan
mikroba tersebut dalam mentoleransi
kenaikan suhu 2o-3oC di atas ambang
normal suhu optimumnya. Jadi, sekali
lagi demam yang kita alami ketika
sakit merupakan salah satu bentuk
"pertempuran" antara sistem
kekebalan tubuh kita dan zat asing
berbahaya yang masuk.
Setelah kita mengulas beberapa
contoh senyawa kimia yang ikut
berperan penting dalam sistem
kekebalan tubuh alami, tidak ada
salahnya kalau kita juga mengulas
senyawa kimia yang ikut berperan
dalam kekebalan tubuh dapatan.
Salah satu senyawa kimia yang
berperan penting dalam kekebalan
tubuh dapatan adalah antibodi.
Antibodi adalah suatu protein yang
dihasilkan oleh suatu sel dalam tubuh
kita (dinamakan sel limfosit B dan
termasuk ke dalam kelompok sel
darah putih) sebagai respon terhadap
adanya antigen (antigen adalah
senyawa kimia atau zat asing atau
mikroba yang tidak dikehendaki tubuh
karena berbahaya yang mampu
membangkitkan respon kekebalan
pada tubuh kita) yang masuk dalam
tubuh. Antibodi mempunyai ciri khas,
yaitu spesifik terhadap jenis tertentu
dari antigen. Ribuan atau jutaan jenis
antigen yang masuk akan merangsang
dibentuknya ribuan atau jutaan jenis
antibodi pula. Setiap detik sekitar
2000 molekul antibodi diproduksi oleh
sel limfosit B. Salah satu contoh
peristiwa yang melibatkan antibodi
adalah ketika kulit kita terkena infeksi
karena luka maka akan timbul nanah.
Nanah ini merupakan sel darah putih
penghasil antibodi yang mati setelah
berperang melawan antigen.
Artikel ini hanya menjelaskan sedikit
dari ratusan bahkan ribuan senyawa
kimia yang ikut berperan aktif
menjaga tubuh kita agar tetap sehat.
Agar kerja dari sistem pertahanan
tubuh kita dapat optimal diperlukan
faktor-faktor pendukung dari luar.
Faktor pendukung tersebut, misalnya
asupan gizi seimbang yang berasal
dari makanan yang kita konsumsi
setiap hari dan olahraga taratur.
Banyak dari kita, merasa bahwa
asupan gizi dari makanan alami yang
kita makan masih relatif kurang untuk
menjaga kondisi tubuh agar tetap fit,
maka kita melengkapinya dengan
mengkonsumsi suplemen makanan.
Menurut majalah Nutraceutical edisi
Juni 2002, total konsumsi suplemen
makanan di seluruh dunia pada tahun
2001 sekitar 50,6 miliar dolar AS.
Memang tidak salah, namun dalam
mengkonsumsi suplemen makanan
ada hal yang perlu diperhatikan agar
nantinya tidak menimbulkan dampak
yang negatif misalnya batasan kadar
suatu zat tertentu dalam suplemen,
misalnya vitamin A untuk suplemen
makanan dibatasi kadar maksimal
5.000 IU per hari dan vitamin E
sebagai antioksidan batas
maksimalnya adalah 400 IU. Untuk
menghindari dampak keamanan dari
suplemen yang kita konsumsi, lebih
dianjurkan untuk melengkapi
kebutuhan gizi tubuh dari makanan
alami.
Selain asupan gizi yang seimbang,
ada faktor lain yang tidak kalah
pentingnya, yaitu gaya hidup yang kita
anut. Untuk menjaga agar tubuh tetap
dalam kondisi prima, perlu dihindari
gaya hidup yang tidak baik seperti
merokok, minum-minuman
beralkohol, mengkonsumsi obat-
obatan terlarang, obat-obatan sintetik
untuk terapi, dan lain-lain. Semua
perilaku ini dapat menyebabkan
bertumpuknya zat-zat racun di dalam
tubuh kita sehingga sistem pertahanan
tubuh kita tidak berdaya melakukan
perlawanan.

Sumber:
http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1097337121&2

Minggu, 03 April 2016

Bromium (Br)

Bromine atau brom adalah
mineral yang belum secara resmi diakui menjadi penting bagi manusia. Namun bagi hewan, brom dikaitkan dengan penurunan pertumbuhan, rendahnya
kesuburan, dan menurunnya harapan hidup pada hewan akibat kejadian hipertiroidisme.
Dalam bentuk cair, brom memiliki aroma yang sangat menyengat dan cenderung tidak enak dan reaktif. Kadang brom ditemukan pada beberapa jenis obat. Namun pemakaian tepung brom sudah dilarang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mineral ini lebih banyak diketahui memiliki risiko terhadap kesehatan ketimbang memberikan kegunaan dalam kesehatan manusia.
Misalnya, pada penggunaan kalium bromat (kadang ditemukan pada proses pemanggangan) pada tikus yang diberikan air dengan tambahan unsur KBrO3, mereka diketahui mengalami kanker ginjal . Pada masa lalu, brom dipakai sebagai salah satu bahan dalam obat tidur tapi tidak disarankan dipakai dalam jangka panjang.

Sumber Brom
Secara alami,
brom mudah ditemukan pada air laut. Kandungan brom tertinggi terdapat pada air LAut Mati yang berada di Israel. Dalam satu liter air di Laut Mati terdapat kurang lebih 5 gram brom. Dari sumber tanaman, brom dapat ditemukan pada rumput laut, ubi kayu, kubis, ubi jalar, dan sebagainya.

Manfaat Brom
Dulunya brom dipakai sebagai campuran untuk bahan obat tidur. Namun saat ini brom sangat dihindari untuk dikonsumsi, apalagi dalam jangka panjang karena menimbulkan efek samping berbahaya. Mineral ini pemakaian yang aman bukan untuk masuk ke dalam tubuh. Beberapa pihak menjadi brom sebagai salah satu bahan pembuatan karpet, jok, furnitur, dan beberapa perangkat elektronik. Namun sebisa mungkin tidak melakukan kontak dengan piranti yang menggunakan bahan brom dalam jangka panjang agar tidak terkontaminasi dan memunculkan efek samping.
Kekurangan Brom
Kekurangan brom di dalam tubuh lebih disarankan. Brom dikhawatirkan memberikan efek buruk kalau konsumsinya terlalu banyak. Apalagi, WHO telah melarang penggunaan brom pada obat-obatan. Sejumlah kecil brom yang ada di tubuh mungkin masih bisa ditoleransi atau dilakukan pembuangan secara alami.

Keracunan Brom
Efek buruk dari brom terhadap kesehatan sangat banyak. Kontaminasi brom dikaitkan dengan kejadian hipotiroidisme pada manusia. Untuk studi hewan, mineral ini menyebabkan gangguan perilaku, perkembangan saraf, hingga gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) yang membuat anak bertindak hiperaktif.
Bromine yang terpapar pada tubuh dalam jangka panjang dapat mengakibatkan keracunan yang disebut brominism. Zat ini akan memicu jerawat parah terutama pada orang yang sensitif terhadap brom. Penggunaan brom dengan dosis yang tepat mungkin memberikan manfaat. Namun bisa juga dari dosis tersebut memunculkan efek samping yang tidak diharapkan. Oleh sebab itu, menghindari bromine dalam hidup sehari-hari lebih diutamakan ketimbang berinteraksi dengan mineral ini baik sengaja atau tanpa sengaja.

Sumber:
kb.123sehat.com/mineral/bromine-brom/

Minggu, 27 Maret 2016

Kandungan Senyawa Dalam Mengkudu

Buah mengkudu banyak orang menganggap buah buruk rupa dan bau tak sedap. Namun buah buruk rupa ini ternyata berkhasiat untuk mengatasi dan mengobati beberapa penyakit. Buah mengkudu atau buah pace ini banyak manfaat karena memiliki kandungan alami yang dipercaya oleh beberapa masyarakat Indonesia khususnya jawa dan aceh dalam pemanfaatan buah dan daun mengkudu.
Menurut dr. Djoko Maryono, beliau seorang dokter spesialis internis dan kardiologis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, mengatakan mereka yang berusia muda sangat baik untuk mengonsumsi buah mengkudu. Begitu pula dengan Anne Hirazu dalam sebuah tes uji coba doktornya mengungkapkan bahwa buah mengkudu yang sudah masak mengandung gum arab dan berbagai jenis glukosa yang memiliki daya anti tumor dan menstimulasikan terhadap kekebalan tubuh.
Buah mengkudu juga mengandung Aerta yaitu senyawa aktif yang merangsang pineal untuk mengeluarkan serotonin dan endorphin ( morfin dalam tubuh ) yang banyak digunakan sebagai bahan utama dalam terapi bagi pengguna narkoba. Selain itu buah mengkudu mengandung antiseptik dan antibakteria pathogen yaitu Eschericia colli, Salmonella dan Staphylococcus aureus. Hal ini dipertegas oleh penelitian Ester dari Fakultas Farmasi UGM pada tahun 1992.
Selain kandungan yang sudah dijelaskan diatas oleh beberapa peneliti ahli biokimia, berikut ini kandungan lainnya dalam tanaman mengkudu baik dari buah maupun daun mengkudu, diantaranya :
– Mengkudu mengandung zat nutrisi yang secara keseluruhan mengkudu adalah salah satu buah dengan makanan bergizi lengkap dan menyehatkan walaupun sebagian orang masih enggan mengkonsumsinya karena rasa dan bau yang kurang sedap dari buah pace ini. Zat nutrisi yang juga sangat dibutuhkan oleh tubuh terdapat dalam buah mengkudu seperti : protein, vitamin, dan mineral penting lainnya, paling mudah didapat adalah dari buah mengkudu ini.
– Selenium merupakan salah satu mineral tinggi yang dimiliki mengkudu dengan kandungan antioksidan yang cukup tinggi yang sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh.
– Unsur kimia alami lainnya yang terdapat dalam mengkudu adalah : xeronine, plant sterois, alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
– Terpenoid yaitu zat yang membantu dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh
– Scolopetin merupakan senyawa yang sangat efektif untuk anti peradangan dan anti alergi
– Xeronine dan Proxeronine merupakan salah satu alkaloid penting yang banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) yaitu proxeronine dalam jumlah besar. proxeronine adalah sejenis asam nukleat sperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk menangkal protein-protein yang tidak aktif, mengatur strukur dan membentuk sel yang aktif.
– Zat anti kanker sangat efektif untuk melawan sel-sel tidak normal dan dapat mengendalikan bakteri pathogen ( mematikan ) seperti : Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus. Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli.
Pada intinya tanaman mengkudu termasuk buah dan daun tidak hanya bersifat menurunkan kadar gula dalam darah secara bertahap, melainkan meningkatkan produksi hormon insulin untuk mengendalikan dan mengontrol kadar gula dalam darah. Buah dan daun mengkudu ini kaya akan anti oksidan untuk menangkal radikal bebas untuk menambah daya tahan tubuh.

Sumber:
mengkudu.org/kandungan-senyawa-dalam-mengkudu/

Minggu, 20 Maret 2016

Kandungan dan Manfaat Buah Jambu Biji

Buah jambu biji yang memiliki nama latin Psidium guajava adalah tanaman tropis yang banyak tersebar khususnya di benua ASIA, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu biji memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam manis .
Jambu biji merah termasuk buah yang menjadi salah satu favorit bagi banyak orang, namun diantara mereka kadang tidak begitu paham akan khasiatnya sehingga banyak pula orang yang kurang begitu tertarik akan jambu biji merah, padahal perlu diketahui pula bahwa banyak sekali kandungan gizi yang bermanfaat dalam buah ini bagi kehidupan kita .
Kandungan Nutrisi Jambu Biji
Buah jambu biji sangat kaya vitamin C, lebih tinggi dari buah jeruk, dan jauh lebih tinggi daripada kiwi yang disebut-sebut sebagai rajanya vitamin C. Di samping serat, terutama pektin yang merupakan serat larut, jambu biji juga mengandung mineral seperti mangan dan magnesium, serta asam amino esensial seperti tryptophan. Juga fitokimia berkhasiat seperti asam elagat, asam linoleat, dan asam korbigen.
Kandungan gizi dalam 100 gram buah jambu biji yaitu :
>> Kalori 49 kal
>>Vitamin A 25 SI
>>Vitamin B1 0,02 mg
>>Vitamin C 87 mg
>>Kalsium 14 mg
>>Hidrat Arang 12,2 gram
>>Fosfor 28 mg
>>Zat Besi 1,1 mg
>>Protein 0,9 mg
>>Lemak 0,3 gram
>>Air 86 gram
>>Serat Larut 5,4 gram/100 gram buah dan 14% dari DRA
>>Senyawa antioksidan poli-fenolik
>>Flavonoid
>>Zat Likopen
Manfaat dan khasiat buah jambu biji :
Pencegahan kanker , Jambu biji rendah akan kalori dan lemak namun mengandung vitamin penting diantaranya, mineral, dan senyawa antioksidan poli-fenolik dan flavonoid yang berperan penting dalam pencegahan kanker, anti-penuaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Menurunkan Tekanan Darah Tinggi , Jambu biji juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena kadar kaliumnya, juga seratnya yang mengikat lemak.
Mengatasi Penyakit Jantung Koroner , Kadar kalium pada jambu biji membantu jantung berdetak lebih teratur. Kandungan asam elagat, asam linoleat, asam korbigen, dan juga serat mampu mengikat lemak sehingga menghindari terbentuknya plak, penyebab jantung koroner.
Mengatasi Diabetes , Serat pektinnya mampu berperan menurunkan kadar glukosa darah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Menjaga Kesehatan Fungsi Otak dan Saraf , Vitamin B pada jambu biji memainkan peran penting dalam kesehatan fungsi otak. Jambu biji kaya akan vitamin B3 dan B6. Vitamin B3,dikenal juga sebagai niasin yang berfungsi merangsang fungsi otak dan meningkatkan aliran darah, dan vitamin B6, juga dikenal sebagai pyridoxine, adalah nutrisi penting untuk otak dan fungsi saraf.
Sebagai Sumber Antioksidan ,Vitamin C, menyediakan lebih dari tiga kali dari kebutuhan asupan harian. Kulit Luar jambu biji mengandung tinggi vitamin C daripada bagian tengahnnya.
Melancarkan Proses Pencernaan , Buah ini sangat kaya sumber serat larut (5,4 g per 100 g buah, sekitar 14% dari DRA), yang baik untuk memperlancar pencernaan. Serat membantu melindungi membran mukosa usus dengan mengurangi efek buruk racun serta mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar.
Bermanfaat Sebagai Desinfektan dan Anti Bakteri , Jambu biji kaya akan astringent yang bersifat alkali dan memiliki manfaat sebagai desinfektan dan anti bakteri, sehingga membantu penyembuhan diare atau disentri yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. Lebih lanjut, nutrisi lain dalam jambu biji merah, seperti vitamin C, karotenoid dan kalium memperkuat dan meremajakan sistem pencernaan.
Membantu Mengontrol Detak Jantung dan Tekanan Darah , Jambu biji segar sangat kaya akan kalium, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan pisang per 100 gram berat buah. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah.
Khasiat Lainnya
Menurut penelitian, daun jambu klutuk dapat membantu menaikkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah. Sedangkan buahnya yang kerap dijus lalu diberikan pada penderita demam berdarah tidak berkhasiat menaikkan kadar trombosit tetapi lebih sebagai suplai cairan yang banyak hilang akibat penurunan trombosit.
Terima kasih sudah membaca artikel ini meski memang cukup sulit mengumpulkan informasi yang akurat perlu berbagai macam sumber , setidaknya dengan begitu anda semua jadi bisa lebih mengetahui kandungan dan khasiat apa saja yang ada dalam buah jambu biji ini.

Sumber:

cordycepspluscapsule.net/kandungan-dan-manfaat-buah-jambu-biji/

Minggu, 13 Maret 2016

Kimia saat Tertawa dan Menangis


Tertawa dan menangis menurut dr. W.M. Roan , Psi. adalah pencerminan emosi manusia bagian dari spectrum emosi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, meliputi kesedihan, kegembiraan, kekagetan, ketakutan, cinta kasih, kebencian, dan kemarahan(kompas.com). Walau dianggap biasa, keduanya sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Tertawa dan menangis pada orang normal adalah suatu reaksi terhadap keadaan krisis, berupa suatu perubahan yang tidak terduga. Kondisi ini dapat tercetus dari perubahan yang mengagetkan, menyenangkan atau menyedihkan.

Aspek-aspek emosi, termasuk tertawa dan menangis, diatur oleh pusat emosi didalam struktur otak, yaitu system limbic.

Tertawa terbahak-bahak pada porsinya, dan tertawa yang sesungguhnya, tanpa dibuat-buat, serta tidak berlebihan, sangat bermanfaat bagi orang sehat. Hasil penelitian dr. Wiliam Foy dari Universitas Stanford menunjukkan, tertawa terpingkal-pingkal akan menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernafasan, sehingga tubuh seperti habis melakukan jogging. Maka tubuh akan terasa tenang dan rileks seperti habis berolahraga.

Tertawa juga akan melatih diagfragma torakss, jantung, paru-paru, perut, dan membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernafasan. Disamping itu, tertaea dapat meringankan sakit kepala, sakit pinggang dan depresi(kompas.com).

Menurut dr. William Frey, direktur Dry Eyes and Tears Research Center, Mineapolis, Tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, sehingga mengaktifkan system endokrin yang mendorong penyembuhan suatu penyakit. Karena merangsang otak untuk mengeluarkan endorphin yang dikenal zat pembunuh rasa sakit(kompas.com).
Seperti di ketahui bahwa Endorfin memiliki segudang manfaat. Bahkan ada yang menyamakan dengan morfin, obat psikotropika yang terkenal itu. Bahkan hormon morfin alami (endorfin) ini bisa memiliki kemampuan 200 kali lebih besar daripada morfin. Manfaat endorfin diantaranya adalah mengendalikan rasa sakit atau nyeri,  mengatur produksi hormon pertumbuhan, mengendalikan perasaan tertekan atau stres, dan dan yang terpenting adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak gampang sakit. Dengan demikian benarlah adanya bahwa tertawa adalah obat sekaligus pencegah terhadap segala macam penyakit yang mengancam kita.

Tertawa dalam 5 – 10 menit dapat merangsang pengeluaran endorphin, serotonin, dan melatonin, senyawa yang dapat menyebabkan perasaan tenang, dan tentram. Dan mengurangi pengeluaran adrenalin , kortisol dan radikal bebas, menurunkan tekanan darah, menormalkan detak jantung, menurunkan kadar kolesterol jahat(Rahmat. Sinarharapan.co.id).

Tertawa merangsang system immunitas, karena badan dapat memproduksi sel T, yaitu sel darah putih dan protein yang penting dalam pertahanan tubuh.

Lain dengan tertawa yang selalu dihubungkan dengan kegembiraan, Menangis selalu dihubungkan dengan kesedihan. Padahal orang tidak selalu dalam keadaan sedih saat menangis. Menangis diidentikkan dengan keluarnya air mata. Tapi tidak semua tangisan mengeluarkan air mata.

Pada saat mengangis ada dua hal yang dikeluarkan dari badan kita lewat air mata, yaitu beban bathin yang menimbulkan redanya emosi/ perasaan hati, dan senyawa kimia yang membantu membersihkan mata.

Setiap air mata memiliki perbedaan komposisi kimia. Air mata dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
Air mata basal, yang berfungsi melembabkan mata.
Air mata refleks, yang dihasilkan apabila mata mengalami peradangan seperti terkena bawang atau debu.
Air mata emosi, yang keluar sebagai reaksi terhadap perubahan emosi.
Menurut penelitian para ilmuwan, air mata emosi mengandung logam mangan dan prolaktin yang lebih tinggi.

Saat terjadi perubahan emosi, system syaraf bereaksi dengan merangsang syaraf cranial(dari otak) dan menghantar sinyal pada kelenjar mata lakrimal(yang paling besar)/ untuk mengeluarkan air mata dan hormone tertentu yang menstabilkan perasaan dan emosi.

Bahagia dan air mata juga ada hubungannya. Orang ada yang tertawa sambil menangis, atau tertawa sampai menangis.

Sumber:
http://kimiakitakimia.blogspot.co.id/
http://sehatsangat.blogspot.co.id/2014/06/tertawa-menangis-bermanfaat-kesehatan.html

Minggu, 06 Maret 2016

Bahan Kimia dibalik Cat Rambut

Mewarnai rambut sudah tidak asing lagi untuk kita. Bagi yang non-hijab mewarnai rambut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan agar penampilan tidak terlihat monoton.
Tahukah kalian dibalik itu semua, keamanan cat rambut masih dipertanyakan. Menurut penelitian, bahan-bahan kimia pada cat rambut bisa membahayakan kesehatan penggunanya.
Jenis Cat Rambut dan Komposisinya
Umumnya, jenis cat rambut terdiri dari permanen, semipermanen, dan temporer. Bahan kimia utama yang digunakannya pun berbeda-beda.
Cat rambut permanen
Cara ini paling digemari oleh masyarakat karena dapat memberi efek warna rambut permanen (tahan lama) dengan memakai teknik pewarnaan oksidasi. Oksidator yang dipakai biasanya hidrogen peroksida dan amonia. Kombinasi antara hidrogen peroksida dan senyawa utama lainnya (1,4-diaminobenzena atau 4-aminofenol) dapat memudarkan warna asli rambut sehingga menjadi kanvas kosong yang bisa diwarnai apa saja. Sementara amonia berfungsi membuka pori-pori rambut sehingga warna bisa melekat dan mempercepat reaksi pewarnaan pada rambut.
Cat rambut semipermanen
Cat rambut jenis ini memiliki kandungan hidrogen peroksida atau amonia  dalam konsentrasi yang lebih sedikit ketimbang cat rambut permanen. Namun ada beberapa produk yang tidak memakai keduanya. Biasanya warna rambut hanya bertahan setelah Anda mencuci rambut sekitar empat hingga lima kali. Alasannya karena pewarna ini hanya menembus batang rambut dan tidak bisa memudarkan warna aslinya. Cat rambut ini dianggap lebih aman. Namun tetap berkemungkinan mengandung komposisi yang dapat memicu kanker, seperti para-fenilendiamina (PPD) atau
coal-tar . Penelitian laboratorium menemukan beberapa produk cat rambut yang mengandung
coal-tar dapat menyebabkan kanker pada hewan.
Cat rambut temporer
Jenis ini biasanya digunakan untuk acara-acara khusus yang mengharuskan rambut diwarnai seketika. Teknik pewarnaan ini hanya menutupi rambut, namun tidak terserap ke batang rambut. Cat ini biasanya dijual dalam kemasan sampo, spray, gel, atau foam. Warna cat ini bisa menghilang setelah satu kali keramas. Sama seperti cat semipermanen, cat temporer juga mengandung coal-tar .
Kekhawatiran tentang risiko kanker lebih besar pada kandungan cat rambut permanen, semipermanen, dan cat rambut dengan warna gelap.
Selain bahan-bahan tersebut, ada pula komposisi kimia lain yang dipakai pada cat rambut, seperti timbal asetat. Bahan ini telah disetujui sebagai pewarna pada cat rambut, asalkan konsentrasinya tidak melebihi 0,6 persen b/v. Bahan ini aman digunakan jika Anda mengikuti petunjuk pemakaiannya.
Pewarnaan Rambut Dikaitkan Dengan Kanker dan Bahaya Lainnya
Hubungan antara cat rambut dan kanker pada manusia memang belum 100 persen terbukti. Pada hewan, peneliti melihat bahwa bahan kimia pada cat rambut bisa menyebabkan kanker. Namun penelitian itu belum tentu sama jika diterapkan pada manusia.
Lagipula meneliti kandungan cat rambut sangat rumit karena tidak semua produk memakai bahan kimia yang persis sama. Contohnya pada akhir tahun 70-an, kandungan cat rambut bernama amina aromatik bisa menyebabkan kanker pada hewan. Tapi sekarang, kandungannya mungkin sudah berbeda.
Selain diduga berpotensi menyebabkan kanker, cat rambut bisa menyebabkan alergi dari ringan hingga yang parah. Kasus alergi manusia pada cat rambut disebabkan oleh bahan kimia yang bernama PPD. Lebih dari 70 persen produk cat rambut yang beredar mengandung PPD, termasuk merek-merek ternama.
Sebagian kecil orang yang alergi terhadap PPD merasakan nyeri pada sekitar garis rambut atau pada wajah. Selain itu, efek umum yang terlihat adalah pembengkakan wajah.
Tips Mewarnai Rambut Dengan Aman
Jika Anda masih ingin mewarnai rambut, demi keamanan kesehatan sebaiknya ikuti petunjuk-petunjuk berikut ini.
Baca dengan teliti petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan cat rambut. Pastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM RI. Jika Anda mengecat rambut di salon, tanyakan produk apa yang mereka gunakan dan status keamanannya.
Mungkin Anda sering mengabaikan tes alergi karena sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan warna rambut yang baru. Padahal tes alergi sangat penting dilakukan demi menghindari efek yang tidak diinginkan, seperti kulit terbakar, gatal-gatal, memerah, atau efek buruk lainnya. Tes alergi bisa dilakukan dengan cara mengoleskan sedikit krim cat rambut pada bagian belakang telinga Anda, kemudian diamkan selama dua hari. Jika selama itu Anda tidak merasakan efek apa-apa, maka aman bagi Anda untuk melanjutkan penggunaan. Jika hasil tes ternyata sebaliknya, lebih baik cari produk lain yang tidak menimbulkan efek alergi pada Anda.
Jangan pernah mencampur dua produk cat rambut sekaligus. Hal tersebut bisa merusak rambut dan kulit kepala.
Saat mengecat rambut di rumah, lindungi tangan Anda dengan sarung tangan. Biasanya, produsen telah menyediakan sarung tangan di dalam kemasannya.
Mungkin Anda berpikir mendiamkan cat rambut lebih lama bisa membantu Anda mendapatkan warna yang lebih kuat, namun hal itu justru berpotensi membahayakan diri Anda. Lebih baik diamkan sesuai waktu yang ditentukan, jangan sengaja diperlama.
Setelah selesai mengaplikasikan produk cat rambut, bersihkan ujung rambut hingga kulit kepala dengan air hingga bersih. Jangan sampai menyisakan cat rambut yang masih menempel pada rambut atau kulit kepala.
Hindari mewarnai alis atau bulu mata Anda karena bisa meningkatkan risiko infeksi pada mata, bahkan kebutaan.
Seiring bertambahnya waktu, rambut akan tumbuh dan warnanya terlihat berbeda dengan bagian rambut yang sudah diwarnai. Untuk meratakan warnanya, Anda tidak perlu mengecat ulang seluruh rambut. Cukup lakukan pada bagian rambut yang baru tumbuh saja demi menghindari kerusakan rambut.
Lebih baik pilih warna yang terang karena cat rambut dengan warna gelap mengandung bahan kimia lebih banyak.
Hindari teknik bleaching. Teknik ini memang bisa mengubah pigmen asli rambut, namun sekaligus membuatnya rapuh. Terlebih jika ditambahkan dengan blow dry. Memang nyatanya tanpa teknik ini, mustahil Anda bisa mendapatkan warna rambut yang berbeda jauh dari warna aslinya. Misalnya ketika Anda yang memiliki warna rambut hitam, berencana mengubahnya menjadi pirang atau warna terang lainnya.
Pewarnaan rambut memang terlihat menggiurkan, tapi perhatikan cara penggunaannya ketika mengaplikasikan bahan-bahan kimia pada rambut dan kulit kepala. Ikuti semua petunjuk dan peringatan yang tertera pada kemasan. Jika Anda khawatir dengan risiko kesehatan yang ditimbulkan, lebih baik untuk menghindarinya.

Sumber: www.alodokter.com

Minggu, 28 Februari 2016

Limbah Kimia Elektronik

  Limbah kimia elektronik merupakan salah satu limbah yang berbahaya karena mengandung logam berat dan polimer yang berbahaya bagi lingkungan.
  Akhir-akhir ini limbah elektronik semakin menumpuk saja. Hal ini dapat terjadi karena perkembangan elektronik dimana harga barang-barang elektronik yang semakin murah sehingga konsumen dengan mudah dapat mengganti barang elektroniknya jika sudah rusak dan yang lebih parah adalah konsumen yang membuang barang elektroniknya begitu saja karena menganggap barang tersebut sudah ketinggalan zaman, padahal barang elektronik tersebut masih layak untuk dipakai. Hal ini dapat memperparah tumpukan limbah elektronik. Sekarang yang sedang marak adalah merabahnya produk elektronik China dengan harga yang relatif murah. Apabila sampah elektronik ini tidak ditangani dengan baik maka tidak menutup kemungkinan suatu saat limbah ini akan membahayakan alam.
  Limbah elektronik kemungkinan besar akan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk itu sebenarnya ada tiga langkah yang dapat di lakukan, yaitu :
1. Gunakan barang elektronik seefisien mungkin dan rawat dengan baik.
2. Jika rusak usahakan untuk memperbaikinya.
3. Jika dapat diperbaiki gunakan komponen alat elektronik tersebut yang masih bisa dipakai.
  Menurut badan perserikatan bangsa-bangsa tentang lingkungan mengatakan bahwa ada 40 juta ton limbah elektronik yang terbuang setiap tahunnya. Amerika Serikat dan China merupakan dua negara yang menyumbang limbah elektronik terbesar. Semakin usang suatu peralatan elektronik maka semakin banyak kandungan logamnya. Baru baru ini telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa limbah elektronik dapat menyebabkan penyakit jantung.
  Adapun beberapa unsur kimia berbahaya dalam peralatan elektronik antara lain yaitu :
1. Amerisium
  Biasanya digunakan sebagai alat untuk mendeteksi bahaya kebakaran yang dapat mengakibatkan penyakit kanker atau bersifat karsinogenik. Amersium merupakan bahan yang berkilau putih dan berwarna agak keperakan dan banyak digunakan pada alat untuk mengukur ketebalan kaca, radioaktif dan digunakan juga pada sumber radiografi sinar gamma. Bahan ini juga merupakan bahan yang mudah ditempa. 
 2. Merkuri
Biasanya digunakan pada lampu neon, thermostat, monitor layar datar. Bahan ini dapat menyebabkan gangguan sensorik, dermatitis dan kelemahan otot. 
3. Sulfur
Digunakan pada baterai asam timbal dan dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, hati, dan iritasi kerongkongan. 
4. BFR (braminated flame)
Digunakan sebagai bahan penghambat terbakarnya zat organik. Zat ini dapat membahayakan fungsi hati dan gangguan sistem syaraf. 
5. Kadmium
Kadmium banyak digunakan pada baterai nikel-kadmium yang mengandung 6-18% kadmium, penghambat terjadinya korosi pada kapal dan untuk peka cahaya tesistor. Pada manusia jika terpapar dapat menyebakan gangguan pada fungsi paru-paru dan gangguan fungsi ginjal. 
6. Timbal
Banyak digunakan pada baterai asam timbal, soldier dan monitor CRT kaca. Tingginya kadar timbal dalam darah dapat menyebabkan kerusakan sistem syaraf dan penurunan IQ. 
7. Berilium Oksida

Kebanyakn limbah di buang dengan cara : 
a. Dikubur
Apabila limbah elektronik ditimbun akan menyebabkan terserapnya logam berbahaya kedalam tanah sehingga dapat mengganggu keseimbangan tanah dan air. 
b. Dibakar
Apabila limbah elektronik dibakar dapat menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pada atmosfer. Adapun jenis logam yang dapat membahayakan atmosfer adalah timbal, merkuri, dan cadmium. 
c. Reduce, reuse, recikle
3R merupakan cara terbaik di dalam pengolahan limbah elektronik. 


Sumber:
http://terapankimia.blogspot.co.id/2012/12/limbah-kimia-elektronik.html?m=1

Minggu, 21 Februari 2016

Bahan Kimia pada Obat

Kalian pasti sudah tahu apa itu obat bukan? Kita biasanya meminum obat untuk mengurangi atau mengobati suatu gejala penyakit yang sedang diderita. Obat-obatan ini ada yang dapat kita beli di warung bebas tanpa resep dokter atau beli di apotek dengan resep dari dokter.
Perlu diingat, jika kita ingin minum obat maka pilihlah yang sesuai dengan gejala yang dialami agar penanganannya lebih cepat, apabila gejala atau penyakit yang diderita sudah membaik maka jangan lupa untuk mengurangi dosis pemakaiannya agar tidak terjadi overdosis.
Berikut adalah jenis-jenis obat:
1. Obat Flu
Penyakit pilek atau influenza merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Biasanya penyakit influenza ini disertai dengan demam, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan nyeri kepala. Adapun komposisi obat flu biasanya terdiri atas obat analgesik, antipiretik, dekongestan, dan obat alergi.
a.) Analgesik dan Antipiretik
Analgesik atau penghilang rasa nyeri adalah suatu zat yang berfungsi untuk meringankan atau menghalau rasa sakit tanpa menghilangkan kesadaran. Sedangkan antipiretik adalah suatu zat yang dapat menurunkan suhu tubuh. Ketika dikonsumsi obat analgesik ini bekerja dipusat pengatur suhu tubuh yang berada dibatang otak.  Selain itu kelompok obat ini mampu melebarkan pembuluh darah kulit dan dapat memicu lebih banyak produksi keringat sehingga akan semakin banyak panas yang dibuang keluar. Selain bekerja pada susunan saraf pusat, analgesik dan antipiretik juga dapat mencegah pembentukan prostagladin yakni suatu zat yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan peningkatan suhu tubuh. Zat yang termasuk kedalam analgesik dan antipiretik diantaranya: asetosal, asetaminofen, salisilamid, asam mefenamat, dan kafein.
b. ) Obat Dekongestan
Dekongestan merupakan agen simpatomimetik yang bertindak pada reseptor dalam mukosa nasal yang menyebabkan pembuluh darah mengecil, juga dapat mengurangi pembengkakan mukosa hidung dan melegakan pernafasan. Contoh dari dekongestan adalah: fenilpropanolamina HCl, dan efedrima HCl.
c. ) Obat Antialergi
Zat yang termasuk kedalam jenis antialergi diantaranya: klorofenilamin maleat dan dekstrometorfan HBr.
2. Obat Batuk
Penyakit batuk umumnya dikelompokan menjadi batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering atau batuk non-produktif menyebabkan tenggorokan gatal dan suara menjadi menghilang. Batuk berdahak atau batuk produktif yakni batuk yang menghasilkan dahak, dada terasa sesak dan kesulitan untuk bernafas. Ada beberapa macam obat batuk diantaranya:
a.) Mucolytic agents: obat yang dapat mengencerkan dan membersihkan mukus dari saluran pernafasan dengan memecahkan sputum (dahak). Mukus sering kali menyebabkan penyempitan atau bahkan penutupan saluran pernafasan sehingga menyesakkan dan membuat sulit untuk bernafas.  Contoh: acetylcysteine, bromhexine, carbocisteine, eprazinone, erdosteine, mesna, ambroxol.
b.) Expectorant merupakan obat yang dapat membantu mengeluarkan mukus dan bahan lain dari paru-paru, bronkus dan trachea. Salah satu contoh expectorant adalah guaifenesin yang menaikan pembuangan mukus dengan mengencerkannya dan juga melubrikasikan saluran pernafasan yang teriritasi. Contoh: potassium iodide,  guaifenesin,  ipecacuanha, guaiacolsulfonate, ammonium chloride, sodium citrate.
c.) Cough suppressants (antitussives) merupakan obat yang menekan batuk dengan bekerja pada pusat batuk di otak,  beberapa di antaranya tergolong narkotika. Obat narkotika ini bisa memberi efek ketergantungan secara mental maupun fisik, terutama bila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Antitussives ini biasa digunakan untuk batuk non-produktif atau batuk tidak berdahak. Contoh: codein, dextromethorphan, diphenhydramine.
Kedua kelompok yang pertama cocok untuk batuk berdahak, kelompok ketiga sebaiknya digunakan untuk batuk tidak berdahak. Untuk batuk yang menyertai flu ada obat lain yang harus dikombinasikan diantaranya: antihistamin, dekongestan,  pereda nyeri, antitussif dan expectorant.
3. Obat Sakit Lambung
 Sakit lambung atau sakit mag ringan dapat diobati dengan antasida yakni suatu obat yang dapat menetralkan asam lambung. Untuk mengatasi rasa kembung pada lambung digunakan srnyawa simetikon, sedangkan untuk mengurangi kejang perut digunakan senyawa papaverina HCl.
4. Obat Diare
 Obat diare bersifat atsorptif sehingga dapat menyerap racun dari dalam tubuh. Zat aktif nya berupa karbon katif,  silicon dioksida, kaolin, dan pectin. Selain itu dapat juga digunakan zat yang bersifat astringent yang dapat mengecilkan jaringan yang membuatnya pesat misalnya tannin yang terdapat dalam teh pekat atau daun jambu.
5. Antibiotik
 Antibiotik yang ditemukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Alexander Flemming adalah antibioik penisilin. Antibiotik merupakan zat yang diperoleh dari mikro organisme yang dapat menghabat atau membunuh mikro organisme lain.



Sumber:
https://johnconnor1507.wordpress.com/2012/12/08/bahan-kimia-di-bidang-kesehatan/
logan0519.blogspot.co.id/2015/03/peranan-ilmu-kimia-dalam-bidang.html?m=1
ayusnita-ayusnita.blogspot.co.id/2010/11/dekengestan.html?m=1

Jumat, 12 Februari 2016

Bahan Kimia Pembasmi Hama

      Bahan atau zat kimia yang digunakan sebagai pembasmi hama pada tanaman
biasa disebut pestisida. Selain digunakan sebagai pembasmi hama pada
tanaman beberapa jenis pestisida juga dapat digunakan untuk membasmi
binatang atau serangga di dalam rumah, perkantoran, atau gudang. Hama
disini mencakup semua jenis binatang, bakteri, virus, jamur, ataupun
tumbuhan lain yang bersifat sebagai pengganggu atau perusak. Pestisida
yang biasa digunakan oleh para petani dapat digolongkan berdasarkan
fungsi dan sasaran dalam penggunaannya, yaitu:

1. Insektisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi
serangga seperti: belalang, wereng, kepik, dan ulat. Beberapa jenis
insektisida juga dapat digunakan untuk membasmi serangga pengganggu
yang berada di rumah, perkantoran, atau gudang seperti: nyamuk, tikus,
kecoa, semut, rayap, dan kutu busuk. Contoh insektisida antara lain:
diazinon, tiodan, basmion, basudin, propoksur, diklorovinil dimetil
fosfat, timbel arsenat, dan magnesium fluorosilikat.

2. Fungisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi
atau mencegah pertumbuhan jamur seperti: bercak pada daun, karat daun,
pembusukan pada daun, dan cacar daun. Contoh fungisida antara lain:
tembaga oksiklorida, tembaga (I) oksida, carbendazim, organomerkuri,
dan natrium dikromat.

3. Herbisida merupakan jenis pestisida untuk mencegah dan mematikan
tanaman yang bersifat pengganggu (gulma) seperti: alang-alang, eceng
gondok, dan rumput teki. Contoh dari herbisida antara lain: gramoxone,
totacol, pentaclorofenol, dan amonium sulfanot.

4. Nematisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi
hama tanaman seperti nematoda (cacing) yang biasa menyerang pada akar
dan umbi tanaman. Selain dapat membasmi nematoda pestisida jenis ini
juga dapat membasmi serangga dan jamur. Contoh nematisida antara lain:
oksamil dan natrium metam.

5. Rodentisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi
hama tanaman berupa binatang pengerat seperti tikus. Contoh
rodentisida antara lain: warangan (senyawa arsen) dan thalium sulfat.

6. Bakterisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk
memberantas bakteri atau virus. Contoh bakterisida yaitu: tetramycin
yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang menyerang pada tanaman
jeruk.



Referensi:
ptintitaniniaga.blogspot.com/p/tentang-pestisida.html
www.erlangga.co.id/materi-belajar/smp/7870-jenis-jenis-pestisida.html