Tampilkan postingan dengan label Inggit Ganarsih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggit Ganarsih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2016

BUNGA DAN ASAM-BASA

bunga bisa menjadi indikator alami supaya kita tahu sifat larutan. Bagaimana caranya? Mari kita coba!
Siapkan:
  • Mahkota bunga berwarna-warni (misalnya merah dari kembang sepatu dan biru dari bunga Hydrangea)
  • Asam cuka (psst, bisa pakai yang ada di dapur, lho, sedikiit saja)
  • Baking soda / soda kue
  • Air
  • Gelas plastik kosong
  • Sendok teh
Gambar kembang sepatu
Sumber: motherherbs.com
Gambar bunga Hydrangea
Bagaimana caranya?
  1. Tuang sekitar 3-4 sendok teh soda kue dalam gelas plastik kosong dan tambahkan setengah gelas air lalu aduk-aduk.
  2. Remas-remas mahkota bunga merah kemudian masukkan dalam gelas plastik kosong kedua, remas juga mahkota bunga biru dan masukkan dalam gelas plastik lainnya. Buat masing-masing 2 gelas, jadi ada 4 gelas, 2 gelas berisi mahkota bunga merah dan 2 gelas berisi mahkota bunga biru.
  3. Beri label “asam” untuk 1 gelas berisi mahkota bunga merah dan 1 gelas berisi mahkota bunga biru.
  4. Beri label “basa” untuk 1 gelas berisi mahkota bunga merah dan 1 gelas berisi mahkota bunga biru.
  5. Teteskan beberapa tetes asam cuka ke dalam gelas “asam” dan campuran soda kue ke dalam gelas “basa”.
  6. Lihat perubahan warna yang terjadi.
Gambar hasil perubahan warna
Sumber: Lobelia flower pH spectrum
Mengapa bisa begitu?
Mahkota bunga mengandung antosianin yang dapat berubah warna tergantung dari pH. Antosianin sendiri merupakan pigmen larut air yang banyak terdapat di tumbuhan, salah satunya di bunga. Pigmen antosianin berkisar pada warna pink, merah, ungu, hingga biru. Pada larutan asam (pH di bawah 7), antosianin akan memunculkan warna pink kemerahan. Pada larutan netral (pH sama dengan 7), warnanya akan menjadi ungu. Sedangkan pada larutan basa (pH di atas 7), warna yang terbentuk adalah warna kuning kehijauan.


Sumber: https://bisakimia.com/2012/11/09/yuk-bereksperimen-bunga-dan-asam-basa/

Kamis, 21 April 2016

100 NAMA ILMIAH HEWAN DAN TUMBUHAN

Nih buat teman-teman ku yang kepo sama nama-nama ilmiah hewan dan tumbuhan, atau mungkin sebagian dari kalian ada yang berminat menghafalnya... silahkan baca...
 
Hewan
1. Sus scrofa : Babi liar di Eropa


2. Choeropsis liberiensis : Kuda Nil pigmi Afrika


3. Rhinocheros sondaicus : Badak ujung kulon


4. Cepra aegrasus : Kambing


5. Bos sondaicus : Banteng


6. Bos indicus : Sapi india


7. Canis lupus : Serigala eropa


8. Helarctos malayanus : Beruang madu


9. Felis leo : Macan afrika


10. Panthera tigris : Macan asia


11. Delphinus delphis : Lumba-lumba


12. Berardius bairdii : Paus berparuh raksasa


13. Nasalis larvatus : Bekantan kalimantan


14. Sympalangus syndactylus : Gibon/siamang


15. Pteropus sp : Kalong


16. Eptecicus sp : Kelelawar coklat


17. Marcopus cangaroo : kanguru australia


18. Thylogale bruijni : Kanguru irian


19. Ornithorhynchus anatinus : Platipus


20. Cygnus sp : Angsa


21. Dendrocigna javanica : Belibis


22. Leucopsar rothschildi : Jalak


23. Gracula religiosa : Beo


24. Paradisiea apoda : Cendrawasih


25. Pycnonotus aurigaster : Ketilang


26. Geopelia striata : Perkutut


27. Streptopelia chinensis : Tekukur


28. Columba livia : Merpati


29. Gallus gallus banleiva : Ayam hutan


30. Meghacephalon maleo : Maleo sulawesi utara


31. Meleagris gallopavo : Ayam turki


32. Struthio camelus : Burung unta


33. Crocodylus americanus : Buaya


34. Alligator sp : Buaya


35. Mabouya multifasciata : Kadal


36. Chameleon chameleon : Bunglon


37. Varamus komodoensis : Komodo


38. Lampropeltis bovlii : Ular belang


39. Naya tripudont : Ular kobra


40. Python molurus : Ular sawah


41. Sphenodon punctatum : Tuatara


42. Chelonia mydas : Penyu hijau


43. Chelonia imbricata : Penyu besar


44. Rana sp : Katak


45. Polypedates leucomystax : Katak pohon


46. Bufo marinus : Katak besar


47. Cryptobranchus : Salamander di sungai


48. Hynobius : Salamander daratan asia


49. Hippocampus kuda : Kuda laut


50. Clarias batrachus : Ikan lele


51. Cyprinus carpio : Ikan mas


52. Chanos chanos : Ikan bandeng


53. Channa striata : Ikan gabus


54. Osphronemus gouramy : Gurami


55. Oreochromis mossambicus : Ikan mujair


56. Lutjanus argentimaculatus : Ikan kakap merah


57. Spyrna tudes : Hiu martil


58. Dasyatis sabina : Ikan pari


59. Squalus achantias : Hiu berkepala anjing


60. Bubalus quarlesi : Anoa


61. Euplectella : Pena laut


62. Physalia pelagica : Ubur-ubur api


63. Aurelia aurita : Ubur-ubur


64. Metridium marginatum : Mawar laut


65. Tubifora musica : Karang suling


66. Fasciola hepatica : Cacing hati


67. Taenia saginata : Cacing pita


68. Ascarisa lumbricoides : Cacing perut manusia


69. Enterobius vermicularis : Cacing kremi


70. Loa loa : Cacing mata pada manusia


71. Lumbriscus terrestris : Cacing tanah di eropa


72. Tubifex sp : Cacing air tawar


73. Hirudo medicinalis : Lintah air tawar


74. Haemadipsa javanica : Pacet di darat


75. Achatina fulica : Bekicot


76. Limnea javanica : Siput air tawar


77. Loligo pealii : Cumi-cumi


78. Sepia oficinalis : Sotong


79. Octopus vulgaris : Gurita


80. Octopus bairdii : Gurita merah


81. Pinctada margaritifera : Tiram mutiara


82. Pepanus sp : Udang windu


83. Panulirus argus : Lobster/udang besar


84. Portunus sexdentatus : Kepiting


85. Birgus latro : Ketam kenari


86. Paratelphusa maculata : Yuyu


87. Heteropoda venatoria : Laba-laba pemburu


88. Loxosceles reclusa : Laba-laba beracun


89. Lepisma : Kutu buku


90. Archotermopsis : Rayap/laron


91. Anax imperator : Sibar-sibar raja


92. Cimex : Kutu busuk


93. Leptocorisa acuta : Walang sangit


94. Drosophila melanogaster : Lalat buah


95. Periplaneta americana : Kecoak


96. Acheta domestica : Jengkrik


97. Musca domestica : Lalat rumah


98. Pteroptyx malacca : Kunang-kunang


99. Monomorium monomorium : Semut


100. Apis indica : Lebah madu



Tumbuhan
1. Pinus mercusii : Pinus


2. Gnetum gnemon : Belinjo


3. Casuarina equisetifolia : Cemara


4. Ficus benjamina : Beringin


5. Artocarpus integra : Nangka


6. Artocarpus communis : Sukun


7. Artocarpus champeden : Cempedak


8. Piper nigrum : Lada


9. Piper betle : Sirih


10. Ricinus communis : Jarak


11. Cananga odorata : Kenanga


12. Annona muricata : Sirsak


13. Annona squamosa : Srikaya


14. Nymphaea lotus : Teratai


15. Nelumbo nucifera : Lotus


16. Raflesia arnoldi : Bunga bangkai


17. Bryophyllum crenata : Cocor bebek


18. Rosa damascena : Mawar


19. Pyrus malus : Apel


20. Pyrus communis : Pir


21. Prunus americana : Abricos


22. Prunus cerasus : Ceri


23. Fragaria vesca : Arbei


24. Mimosa pudica : Putri malu


25. Leucaena glauca : Lamtoro


26. Pitcellobium lobatum : Jengkol


27. Soja max : Kedelai


28. Phaseolus radiatus : Kacang hijau


29. Phaseolus vulgaris : Buncis


30. Pisum sativum : Kapri


31. Myrtus communis : Penghasil mirtol


32. Eugenia aromatica : Cengkeh


33. Eugenia malacensis : Jambu air.


34. Psidium guajava : Jambu biji


35. Carica papaya : Pepaya


36. Camellia sinensis : The cina


37. Ceiba pentandra : Kapuk randu


38. Durio zibethinus : Durian


39. Gossypium herbaceum : Kapas


40. Hibiscus tiliaceus :Waru


41. Hibiscus rosa-sinensis : Kembang sepatu


42. Averrhoe carambola : Belimbing lingir


43. Averrhoe bilimbi : Belimbing wuluh


44. Cucurbita muschata : Waluh


45. Lagenaria leuchanta : Labu air


46. Luffa acutangula : Ceme,oyong


47. Citrullus sativus : Semangka


48. Citrus sp : Jeruk


49. Solanum tuberosum : Kentang


50. Solanum melongena : Terung


51. Capsicum annuum : Cabai


52. Ipomea batatas : Ketela rambat


53. Ipomea reptans : Kangkung


54. Coleus tuberosum : Kentang hitam


55. Ocimum basilicum : Kemangi


56. Hydrilla verticillata : Tumbuhan kolam


57. Ananas sativus : Nanas


58. Allium ascalonicum : Bawang merah


59. Allium sativum : Bawang putih


60. Aloe vera : Lidah buaya


61. Pleomele angustifolia : Daun suji


62. Cyperus rotundus : Rumput teki


63. Cumbopogon nardus : Sereh


64. Saccharum oficinarum : Tebu


65. Oryza sativa : Padi


66. Triticum aestivum : Gandum


67. Zea mays : Jagung


68. Musa paradisiaca : Pisang


69. Alpinia galaga : Laos


70. Curcuma domestica : Kunyit


71. Zingiber oficinale : Jahe


72. Canna indica : Bunga tasbih


73. Dendrobium crumenatum : Anggrek merpati


74. Phalaenopsis amabilis : Anggrek bulan


75. Areca catechu : Pinang


76. Arenga pinnata : Aren


77. Cocos nucifera : Kelapa


78. Elaeis guinensis : Kelapa sawit


79. Phoenix dactilyfera : Kurma


80. Anthurium crystallinum : Kuping gajah


81. Colocasia esculenta : Keladi/talas


82. Bromelia pingiun : Penghasil serabut


83. Mimosa invisa : Putri kejut


84. Codieum variegatum : Puring


85. Hevea brasiliensis : Penghasil karet


86. Sauropus androgynus : Katu


87. Ficus religiosa : Pohon bodi


88. Ficus glomerata : Pohon lo


89. Castiloa elastica : Penghasil karet


90. Casuarina junghuhniana : Cemara


91. Pinus silvestris : Pinus


92. Equisetum debile : Paku ekor kuda


93. Selaginella wildenowii : Paku rane


94. Lycopodium clavatum : Paku kawat


95. Marsilea crenata : Paku semanggi


96. Alsophila glauca : Paku tiang


97. Asplenium nidus : Paku sarang burung


98. Adiantum cuneatum : Suplir


99. Salvinia natans : Paku sampan


100. Platycerium bifurcatum : Paku tanduk rusa

 



Sumber: http://pawennari.blogspot.co.id/2012/09/100-nama-ilmiah-hewan-dan-tumbuhan.html

Kamis, 14 April 2016

Larangan Meniup Minuman : Ilmu Kimia



Telah masyhur bagi kita tentang hadits Nabi yang menyebutkan tentang larangan meniup-niup minuman, misalnya dalam hadits berikut:

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺮِﺏَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻼَ ﻳَﺘَﻨَﻔَّﺲْ ﻓِﻲ ﺍﻹِﻧَﺎﺀِ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟﺨَﻼَﺀَ ﻓَﻼَ ﻳَﻤَﺲَّ ﺫَﻛَﺮَﻩُ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ

"Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan." [HR. Bukhari no. 153]

Dari Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhuma,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻧَﻬَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﺘَﻨَﻔَّﺲَ ﻓِﻲ ﺍﻹِﻧَﺎﺀِ ﺃَﻭْ ﻳُﻨْﻔَﺦَ ﻓِﻴﻪِ

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas." [HR. Ahmad no. 1907, Turmudzi no. 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth]

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ « فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, 'Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?'. Beliau bersabda, 'Tumpahkan saja'. Ia berkata, 'Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas'. Beliau bersabda, 'Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu'." [HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3/26, dan dishahihkan oleh Al-Albani]

Lalu apa faedah dari larangan tersebut..? Jika kita telusuri, maka kita akan menemukan beberapa poin yang dicoba dihubung-hubungkan antara kimia dengan hadits Nabi tersebut.

Menurut Ilmu Kimia

Saking semangatnya dalam menyampaikan hadits, ada orang yang coba-coba mengambil faedah dengan menghubungkan hadits Nabi yang dimaksud dengan ilmu kimia yang akan kita sebutkan. Pada poin ini, kita yakin telah tersebar luas di dalam dunia maya yang menyebutkan bahwa jika air yang hendak kita minum itu ditiup, maka akan terbentuklah senyawa Asam Karbonat yang dapat menyebabkan sakit jantung.

Dalam sebuah artikel disebutkan:

"Fakta ilmiah pertama, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Nah jika senyawa kimia ini masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung."

Dalam artikel lainnya dituliskan reaksinya,

H2O + CO2 → H2CO3

Pernyataan ini sama sekali tidak benar, biasanya orang-orang menyebutnya dengan ungkapan HOAX. Maka kita jawab dengan beberapa poin berikut.

A). Pembentukan Asam Karbonat (H2CO3)

Penulisan reaksi tersebut kurang tepat, karena reaksi yang terjadi bukanlah satu arah, melainkan dua arah (bulak-balik) yang ditandai dengan dua tanda panah, sehingga reaksinya adalah,

H2O (air) + CO2 (karbon dioksida) ⇄ H2CO3 (asam karbonat)

Apa makna dari reaksi dua arah..? Jika senyawa Asam Karbonat sudah terbentuk, maka ia dapat terpisah kembali menjadi Air dan Karbondioksida. Berbeda jika reaksinya adalah satu arah, misalnya Hidrogen yang bereaksi dengan Oksigen dalam membentuk Air,

2H (hidrogen) + O (oksigen) → H2O (air)

Karena reaksinya satu arah, maka Air tersebut tidak bisa serta merta kembali terpisah kembali menjadi Hidrogen dan Oksigen, dan kita pasti tidak pernah menyaksikan Air di bak mandi kita tiba-tiba berubah menjadi Hidrogen dan Oksigen.

Poinnya adalah, sekalipun Asam Karbonat terbentuk, maka Asam Karbonat itu bisa saja terpecah kembali menjadi Air dan Karbondioksida. Namun perlu diketahui bahwa Asam Karbonat itu tidak dengan mudah begitu saja terbentuk, karena diperlukan kondisi khusus seperti suhu dan tekanan yang tinggi, serta bantuan dari katalis. Maka terbentuknya Asam Karbonat yang disebabkan hanya karena sebuah tiupan adalah hal yang mustahil.

B). Minuman Bersoda


Kalau kita menyadari, sebenarnya kita pun sering mengonsumsi minuman yang dicampur dengan Karbondioksida, apakah itu..? Itulah minuman bersoda semacam Coca-Cola, Fanta, Sprite, Big Cola, dan lain-lainnya. Coba saja perhatikan komposisinya, pasti bahan penyusunnya terdapat CO2 yang merupakan pembentuk Asam Karbonat, makanya disebut minuman berkarbonasi, karena kalau tidak ada Asam Karbonatnya maka tidak akan jadi yang namanya minuman bersoda. Dalam hal ini tentu minuman tersebut sudah teruji oleh BPOM sehingga layak untuk dikonsumsi. (baca: Menjawab Mitos-Mitos Minuman Bersoda)


Jika kita konsumsi minuman bersoda, kita akan sering bersendawa atau mengeluarkan gas lewat mulut yang mengindikasikan bahwa minuman tersebut mengandung Karbondioksida. Sekarang kalau kita tuang minuman itu ke dalam gelas, lalu kita biarkan agak lama, maka efek sodanya lama-kelamaan akan menghilang, mengapa..? itu karena Asam Karbonat tadi perlahan terpecah kembali menjadi Air dan Karbondioksida, lalu Karbondioksida itu pun terlepas ke udara bebas. Ingat bahwa pembentukan Asam Karbonat adalah reaksi kesetimbangan, bila keadaannya tidak pas maka Air dan Karbondioksida bisa terpisah kembali.
Jika kita buka tutup botol saat pertama kali biasanya akan muncul bunyi desis, itu menunjukkan bahwa tekanan di dalam botol sangat tinggi sehingga gas yang ada di dalam sangat bersemangat untuk keluar dari botol. Jika tutup botolnya sering dibuka maka tekanan di dalam botol pun semakin lama semakin berkurang yang mengakibatkan hilangnya efek bersoda dari minuman tersebut.

Lalu apa yang bisa kita katakan jika air yang hendak kita minum itu ditiup dengan tiupan yang lembut, apakah Asam Karbonat bisa begitu saja terbentuk..? Apakah minuman kopi yang kita tiup akan langsung berubah menjadi minuman bersoda...?? Lalu dimana hubungannya meniup minuman dengan sakit jantung..!?

Sebenarnya masih ada poin-poin lainnya untuk membantah HOAX tersebut, namun tampaknya dua poin yang telah kita sebutkan sudah mencukupi.



Sumber:  http://eshaardhie.blogspot.com/2015/08/larangan-meniup-minuman-antara-ilmu-fisika-kimia-biologi-dan-hadits-nabi.html

Kamis, 07 April 2016

Zat Kimia sebagai Bahan Pemanis Makanan (Sweetener)

 Bahan pemanis (sweetener) adalah bahan tambahan pangan berupa pemanis alami dan pemanis buatan yang memberikan rasa manis pada produk pangan. Dulu orang mengenal sumber rasa manis alami dari gula yang di buat dari tebu atau bit, aren, kelapa dan pemanis lain seperti madu dan buah-buahan. Selain memberikan rasa manis ternyata gula adalah penyumbang kalori yang baik karena mengandung gizi untuk tubuh manusia.


Madu merupakan salah satu contoh pemanis alami
Sumber Gambar: infoperempuan.com

Ternyata gula menyebabkan berbagai masalah baru bagi orang-orang tertentu, terutama mereka yang kelebihan kalori, kegemukan, menyebabkan kerusakan pada gigi, dan sangat berbahaya bagi penderita diabetes. Keadaan ini memacu para ahli untuk menemukan pengganti rasa manis setara dengan gula, tidak berkalori dan tidak ada nilai gizinya sehingga aman dikomsumsi bagi mereka yang perlu diet.

Suatu produk makanan atau minuman yang menggunakan pemanis buatan seharusnya mencantumkan jenis dan jumlah pemanis yang digunakan. Penggunaan bahan pemanis harus mengacu Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan. Adapun jenis bahan tambah pangan yang diizinkan seperti berikut.
Pemanis Alami (Natural Sweetener)
Pemanis Alami (Natural Sweetener), merupakan pemanis yang dapat ditemukan dalam bahan alam meskipun proses pembuatannya secara sintetik maupun secara fermentasi. Adapun pemanis alami yang diizinkan oleh pemerintah RI adalah sebagai berikut.
Sorbitol
Manitol
Isomalt/Isomaltitol
Glikosida Steviol (steviol glycosides)
Maltitol
Laktitol (Lactitol)
Silitol (Xylitol)
Eritritol (Erythritol)
Pemanis Buatan (Artificial Sweetener)
Pemanis Buatan (Artificial Sweetener), merupakan pemanis yang diproses secara kimiawi, dan senyawa tersebut tidak terdapat di alam. Adapun pemanis alami yang diizinkan oleh pemerintah RI adalah sebagai berikut.
Asesulfam-K (Acesulfame Potassium)
Aspartam (Aspartame)
Asam Siklamat (syclamic acid)
Klasium Siklamat (Calsium Syclamate)
Natrium Siklamat (Sodium Syclamate)
Klasium Sakarin (Calsium Saccharin)
Natrium Sakarin (Sodium Saccharin)
Kalium Sakarin (Potassium Saccharin)
Sukralosa (Sucralose)
Neotam (Neotame)



Sumber: http://mafia.mafiaol.com/2012/11/bahan-kimia-sebagai-                                bahan-pemanis.html

Selasa, 29 Maret 2016

3 Percobaan Kimia Sederhana yang Menarik

percobaan kimia sederhana
percobaan kimia sederhana
Berikut ini beberapa percobaan kimia yang menarik untuk dilakukan di rumah. Jangan khawatir bahwa experiment ilmiah ini akan memakan biaya besar, semua praktikum sederhana ini tidak menggunakan bahan kimia murni yang harus dibeli di lab, tetapi menggunakan bahan-bahan dapur yang mudah dibeli di pasaran. Ok, let's get started!

1. Mensintesis Kristal 

Kalau bicara sintesis, jangan berpikir yang terlalu tinggi deh. Kali ini yang akan kita sintesis ialah kristal dari molekul Natrium Karbonat atau soda abu/soda pencuci, tentu saja ini akan menjadi eksperiment akan sangat sederhana dan menyenangkan. 
percobaan membuat kristal
percobaan membuat kristal
Peralatan yang diperlukan:
  1. 2 Botol Kaca
  2. 2 Paper clips (penjepit kertas)
  3. Sendok
  4. Piring
  5. Baking Soda
  6. Air Panas
  7. Benang (agak besar/wool)
Cara Melakukan Percobaan:
  1. Isi dua mangkuk kaca dengan air panas (berhati-hati saat melakukannya dengan anak / adik Anda)
  2. Masukkan Baking Soda ke dalam mangkok berisi air panas sebanyak-banyaknya, kemudian aduk, tambahakn baking soda hingga tidak larut lagi.
  3. Cantolkan kedua paper clips ke dua ujung benang yang telah disiapkan
  4. Masukkan ujung benang yang tersemat paperclips ke kedua larutan air-baking soda(lihat gambar)
  5. Buatlah posisi tengah benang di bawah permukaan larutan dalam kedua botol kaca. 
  6. Letakkan piring di tengah antara kedua botol, di bagian paling rendah dari benang(perhatikan pada gambar)
  7. Lihatlah hasilnya setelah beberapa jam. 

Membuat Air Menyala 

Kamu bisa membuat hiasan cairan menyala dalam kamarmu dengan menggunakan percobaan ini. 
air menyala
air menyala
Peralatan yang diperlukan:
  1. Stabilo Menyala berwarna hijau atau kuning
  2. Cahaya UV(matahari) dan Lampu berwarna gelap
  3. Kaos tangan
  4. Botol Bening
  5. Air (secukupnya)
Cara melakukan percobaan kimia:
  1. Buka Stabilomu (dirusak dengan pisau-perlu bantuan orang tua)
  2. Gunakan sarung tangan kemudian keluarkan isi tinta stabilo
  3. Isi botol bening dengan air secukupnya
  4. Larutkan tinta stabilo ke dalam air selama setengah jam(guncang dalam botol kemudian keluarkan ampasnya)
  5. Gunakan lampu berwarna gelap untuk melihat cairan tinta menyala terang. 
  6. Air daam botol ini dapat digunakan untuk super hydrogel, sehingga diperoleh gel berwarna hijau menyala. 
Unik bukan?
selanjutnya...

Membuat Plastik dari Susu Cair

Membuat plasti dengan bentuk tertentu yang unik, bahkan bisa digunakan sebagai gantungan kunci. 
membuat plastik dari susu
membuat plastik dari susu
Peralatan untuk Percobaan:
  1. Segelas Susu 
  2. 6 sendok cuka 
  3. Mangkok tahan panas
  4. Saringan (kain)
  5. Sendok
  6. Mikrowave, oven atau kompor
Cara Melakukan Percobaan Kimia Sederhana ini:
  1. Panaskan segelas susu cair di microwave atau kompor. Susu harus dalam keadaan panas, tetapi jangan sampai mendidih, atur temperatur pada 50 derajat Celcius
  2. Masukkan cuka ke dalam cairan susu dan aduk
  3. Setelah beberapa saat, saring campuran dan menggunakan saringan kain yang telah disiapkan. 
  4. Kita akan mengambil bagian padatnya(bagian pada saringan)
  5. Setelah dingin, bentuk padatan tersebut sesuai keinginan.
  6. Tunggu beberapa hari, maka padatan plastikmu cukup keras dan dapat kamu warnai untuk hiasan. 

Keren kan?    Selamat Mencoba...




Sumber: http://www.mystupidtheory.com/2015/08/3-percobaan-kimia-sederhana-yang-asyik.html

Selasa, 22 Maret 2016

Cairan Kimia dalam Tomcat

 

nih info untuk kalian mahasantri ma'had Al-Jami'ah yang sering mengeluh akan hadirnya tomcat....

siapasih yang gk kenal tomcat? Tomcat merupakan sebutan untuk nama serangga penyebab peradangan kulit atau Dermatitis Paederus. Kumbang ini tidak menggigit atau menyengat, tapi secara tidak disengaja tersapu atau tergaruk tangan sehingga bagian tubuhnya hancur di atas kulit. Ketika itu ia akan mengeluarkan cairan hemolimfe, yang berisi pederin (C25H45O9N), zat kimia iritan kuat, yang akan menimbulkan reaksi gatal-gatal, rasa terbakar, eritema/merah dan mengalir keluar 12-48 jam kemudian.  Lepuh akan pecah dan mengering atau dapat bernanah, dalam waktu kurang lebih 2 minggu baru akan pulih kembali.

 

Berikut Tips menghadapi serangga kecil tersebut, menurut Dirjen P2PL Prof dr Tjandra Yoga Aditama.

Jangan sampai terkena lendir atau racun dalam perut Tomcat, sebab itu akan membuat kulit melepuh. Jika Tomcat melekat di kulit, siram menggunakan air hingga pergi.
Jangan memencet Tomcat, sebab lendirnya adalah racun.
Jika telah terkena racun Tomcat, jangan digosok atau dihapus dengan tangan. Aliri dengan air, agar racun tersebut hilang terbawa air. Bawa ke puskesmas atau dokter untuk pengobatan selanjutnya.
Potong tanaman yang berlebihan dan menjulur mendekati rumah. Tanaman merupakan tempat hidup Tomcat.
Tutup jendela dan pintu serta hindarkan anak bermain di tempat terbuka yang banyak terdapat kumbang ini.


Sumber :  https://www.facebook.com/permalink.php?id=201846029848754&
               story_fbid=432046550162033
               http://www.klikdokter.com/tanyadokter/masalah-kulit/zat-pederin-pada-tomcat

Selasa, 15 Maret 2016

Penjelasan Al-Qur'an Tentang Besi Turun Dari Langit Terbukti Ilmiah

Al-Qur’an merupakan kitab yang di dalamnya mengkaji secara universal terhadap semua ilmu pengetahuan. Inillah alasan mengapa diakhir hayatnya Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan hadist. Tidak hanya pengetahuan yang dianggap memiliki peranan penting, terhadap benda yang mungkin tidak terpikir sebelumnya pun Allah SWT sudah menjelaskan dengan begitu nyata.

Seperti besi misalnya, perlu waktu bertahun-tahun para peneliti melakukan riset tentang benda yang memiliki banyak kegunaan ini. Para Astronom abad modern baru menemukan bahwa besi sebenarnya berasal dari langit. Padahal Allah SWT sejak kemunculan Al-Qur’an pada abad ke-7 lalu sudah menjelaskan hal tersebut. Allah SWT menjelaskannya secara jelas dalam Al Qur’an Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti ‘besi’.

 “…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al-Hadid, QS 57 : 25).

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Hal ini diperkuat dengan studi baru yang diterbitkan dalam Meteoritics & Planetary Science mengungkapkan bahwa besi berasal dari luar angkasa. Awalnya mereka melakukan penelitian untuk melihat meneliti kandungan besi pada artefak yang ada di Mesir. Pada penelitian tersebut tim peneliti Inggris menetapkan bahwa logam berat ini ternyata dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Setelah dikaji lebih lanjut tentang besi, ternyata sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat.

Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”.

Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan. Keajaiban dan keunikan besi bukan hanya sampai di situ saja. Secara alamiah unsur besi mempunyai 4 isotop, yaitu 54, 56, 57 dan 58. Yang stabil ada 3, yaitu 56, 57 dan 58. Dari ketiganya Isotop 57 adalah satu-satunya yang punya nuclear spin. Uniknya ini sesuai dengan urutan surat Al Hadid (besi) yang merupakan surat ke-57.

Sungguh Al Qur’an adalah petunjuk dan cahaya yang sangat terang. Maha Benar Allah SWT dengan segala firman-Nya.




Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/02/penjelasan-al-quran-tentang-besi-turun.html

Sabtu, 05 Maret 2016

Misteri Senyawa Kimia



Setiap yang terjadi di alam semesta, tentu sudah dirancang Allah untuk menjadi bahan pemikiran (tafakur) manusia menuju rahmat Tuhannya. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya  malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS Ali Imran 190).

Dalam ilmu Kimia, kita mengenal istilah unsur dan senyawa. Unsur adalah zat tunggal seperti H (Hidrogen), O (Oksigen), Na (Natrium), Cl (Chlor), C (Carbon), N (Nitrogen) dan lain-lain. Hingga saat ini kita mengenal 117 unsur yang ada di dunia.

Misteri Senyawa Kimia
Senyawa adalah zat yang terbentuk dari beberapa unsur, seperti Air. Air terbentuk dari unsur Hidrogen (H) dan Oksigen (O) yang dalam rumus Kimianya ditulis H2O. Contoh senyawa lainnya adalah garam dapur, yang terbentuk dari unsur Natrium (Na) dan Chlor (Cl), dengan rumus Kimia NaCl. Sianida juga merupakan sebuah senyawa yang tersusun dari unsur C (Carbon) dan N (Nitrogen), sehingga rumus kimia Sianida adalah CN.

Ada yang sangat unik bin ajaib dari fenomena Kimiawi tersebut. Setiap hari anda mengkonsumsi garam dapur, bukan? Bagaimana rasanya jika anda makan sayur tanpa garam? Apa yang unik dari penciptaan garam dapur ini? Coba simak baik-baik tentang cipataan Allah yang satu ini:

Garam dapur, ternyata terbentuk dari unsur-unsur yang sangat berbahaya! Inilah salah satu keajaiban dunia yang patut kita renungkan. Garam dapur (NaCl) adalah sebuah senyawa yang terbentuk dari unsur Natrium (Na) dan unsur Chlorida (Cl). Kalau kita lihat satu per satu, Natrium adalah suatu unsur yang berbahaya. Sangat eksplosif, kena air sedikit saja bisa meledak dan mengeluarkan api. Sedangkan Chlor (Cl) dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun.

Ringkasnya, Natrium adalah zat yang sangat berbahaya. Chlor juga zat yang sangat berbahaya. Tapi setelah keduanya bersatu membentuk Natrium Chlorida, maka kedua sifat buruknya (membakar dan beracun) musnah! Bahkan Natrium Chlorida (garam) adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai penyedap rasa.

Jika garam dapur adalah zat berguna yang dibentuk oleh dua zat yang berbahaya, maka sebaliknya terjadi pada Sianida. Sianida (CN) adalah racun yang terbentuk dari Carbon (C) dan Nitrogen (N). Carbon (arang) adalah zat yang berguna untuk proses pemurnian dalam dunia industri, dan digunakan untuk mbakar sate di Warung Sate Tegal. Nitrogen juga merupakan zat yang sangat berguna dalam dunia medis, bahkan sekarang digunakan untuk mengisi ban mobil anda agar lebih stabil. Anehnya, Carbon (C) dan Nitrogen (N) yang keduanya adalah zat yang berguna, tapi ketika keduanya bersatu membentuk Sianida (CN) maka daya gunanya mendadak sirna, dan muncul sifat baru yang berbahaya. Sianida (CN) adalah racun.
Inilah keajaiban dunia yang Allah ciptakan. Sebuah misteri Kimia yang menakjubkan. Lalu apa hikmah di balik misteri Kimia yang unik ini?

Misteri Kimia Racun Sianida
Sianida adalah zat buruk yang terbentuk oleh dua zat yang baik. Ini adalah tamsil bagi kita bahwa seorang penjahat dapat lahir dari pasangan orang tua yang baik-baik. Karena itu, sekalipun suasana rumah tangga kita sudah baik, jangan pernah merasa aman terhadap nasib anak-anak kita! Waspada selalu terhadap anak-anak kita. Berilah perhatian yang cukup pada mereka. Berikan bimbingan dan kontrol yang memadai agar anak-anak kita tidak menjadi “Sianida”.

Misteri Kimia Garam Dapur
Garam dapur (Natrium Chlorida) adalah zat berguna yang terbentuk oleh dua zat yang berbahaya. Inilah i’tibar luar biasa yang diberikan Allah untuk kita tiru. Kita harus mampu bersatu (berjamaah) untuk membentuk sebuah kekuatan baru yang positif, walaupun secara individual kita memiliki kekurangan.



Sumber: http://www.akhmadtefur.com/artikel-menarik/artikel-menarik-misteri-kimia-kehidupan/

Jumat, 26 Februari 2016

10 Fakta Menarik tentang Tabel Periodik Unsur Kimia



10 Fakta Menarik tentang Tabel Periodik Unsur Kimia

 

Tabel periodik adalah bagan (tabel) yang berisi susunan unsur-unsur kimia dalam cara yang logis dan mudah dipahami. Unsur kimia yang tercantum dalam Tabel Periodik disusun berdasar urutan meningkatnya nomor atom, sehingga unsur-unsur yang memiliki sifat mirip diatur dalam baris atau kolom yang sama. Tabel periodik merupakan salah satu alat paling berguna dalam ilmu kimia dan ilmu sains lainnya.


Fakta tentang tabel periodik

Berikut adalah fakta menarik tentang tabel periodik.

1. Dmitri Mendeleev paling sering disebut sebagai penemu tabel periodik modern. Kenyataannya, tabel Mendeleev adalah yang pertama kali mendapatkan kredibilitas ilmiah.
Sebelum Mendeleev telah terdapat tabel lain yang berusaha mengelompokkan unsur kimia menurut sifat periodiknya.

2. Terdapat 90 unsur pada tabel periodik yang terbentuk secara alami di alam, sedangkan sisanya merupakan unsur-unsur buatan manusia.

3. Technetium adalah unsur pertama yang dibuat secara artifisial.

4. International Union of Pure Applied Chemistry, IUPAC, merevisi tabel periodik seiring tersedianya data baru.

5. Baris pada tabel periodik disebut periode. Nomor periode sebuah unsur adalah tingkat energi tak tereksitasi tertinggi untuk sebuah elektron dari unsur tersebut.

6. Kolom unsur membantu membedakan kelompok berbeda dalam tabel periodik. Unsur dalam kelompok yang sama memiliki beberapa sifat sama dan sering memiliki susunan elektron terluar yang sama.

7. Sebagian besar unsur pada tabel periodik adalah logam. Logam alkali, alkali tanah, logam dasar, logam transisi, lantanida dan aktinida semua merupakan kelompok logam.

8. Tabel periodik memiliki ruang untuk 118 unsur. Saat ini, para ilmuwan sedang bekerja untuk menciptakan dan memverifikasi unsur ke-120 yang akan mengubah tampilan tabel periodik.

9. Meskipun Anda mungkin menganggap unsur dengan nomor atom lebih besar memiliki ukuran atom yang juga lebih besar, namun kemyataannya tidak selalu terjadi karena ukuran atom ditentukan oleh diameter ‘shell’ elektron.
Fakta lain, ukuran atom unsur biasanya menurun saat Anda bergerak dari kiri ke kanan di baris atau periode yang sama.

10. Perbedaan utama antara tabel periodik modern dengan tabel periodik Mendeleev adalah bahwa tabel Mendeleyev menyusun unsur-unsur dalam urutan peningkatan berat atom sedangkan tabel modern menyusun unsur berdasarkan peningkatan nomor atom.[]






Sumber: http://www.amazine.co/40117/10-fakta-menarik-tentang-tabel-periodik-unsur-kimia/